2020, Pemerintah Tak Lagi Impor Solar

 2020, Pemerintah Tak Lagi Impor Solar

Jakarta, LintasParlemen.com– Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tidak lagi akan mengimpor BBM jenis solar pada tahun 2020. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah pun telah melakukan beberapa upaya.

Salah satunya adalah dengan melakukan upgrading kilang dan pembangunan kilang baru. Namun, selain melakukan upgrading kilang, pemerintah juga melakukan cara yang sejalan untuk mencapai target penggunaan energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025, yaitu dengan program B20 atau pencampuran 20 persen bahan bakar nabati pada solar.

“Impor kita untuk BBM solar kan masih 50 persen dari konsumsi. Jadi kira-kira 700 sampai 800 ribu barel per hari. Dengan adanya biodiesel, dengan itulah nantinya kita akan kurangi,” kata Sudirman seperti dikutip dari Okezone, Selasa (26/4/2016) di Jakarta.

Saat ini, kata Sudirman, penggunaan biodiesel menjadi alternatif utama untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Dengan begitu, secara perlahan diharapkan konsumsi BBM dapat ditekan dengan adanya program B20 ini.

“Caranya adalah itu dengan meningkatkan porsi dari biodiesel,” imbuh Sudirman.

Ditemui pada saat yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana mengungkapkan, pada tahun 2020, porsi bahan bakar nabati dalam solar akan ditingkatkan hingga 25 persen. Sehingga, akan semakin besar konsumsi bahan bakar fosil yang dapat ditekan dengan adanya pengalihan energi ini.

“2020 nanti sudah menjadi 25 (persen). Saat ini produksi CPO Indonesia sangat cukup. Jadi dapat dimanfaatkan,” kata Rida.

Dengan begitu, selain berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar fosil, kebijakan ini juga dapat meningkatkan perekonomian petani kepala sawit.

“Harga CPO kan naik terus. Jadi ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” tukasnya.

[Okezone]

Digiqole ad

Berita Terkait