Abai Sisi Kemanusiaan! DPR Soroti PN Pandeglang Kasus Ibu dan Bayi 7 Bulan

 Abai Sisi Kemanusiaan! DPR Soroti PN Pandeglang Kasus Ibu dan Bayi 7 Bulan

JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa menyoroti sikap majlis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang yang mengabaikan sisi kemanusiaan pada kasus yang menimpa seorang bidan desa di Kecamatan Koroncong.

Pasalnya, bidan desa berinisial N itu dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pandeglang oleh majlis hakim atas laporan seorang dokter yang merasa dipalsukan tandatanganya dalam surat keterangan bebas COVID-19.

Bidan N dijebloskan pada 17 November 2022. N yang sedang menyusui terpaksa membawa bayi berinisial R agar tetap mendapat asupan Air Susu Ibu (ASI). Diketahui bayi berusia 7 bulan itu memiliki riwayat sakit jantung bawaan lahir.

“Aturan diberlakukan sama kepada masyarakat yang melanggar hukum, tetapi asas kemanusiaaan harus juga dikedepankan oleh hakim,” kata Adde Rosi saat dihubungi Viva Banten, Ahad 27 November 2022 kemarin.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Banten ini mendorong agar hakim dapat memberikan keputusan yang adil dan mementingkan sisi kemanusiaan. Supaya bayi terdakwa tetap bisa mendapat asupan gizi yang seimbang untuk tumbuh kembangnya.

“Dengan adanya aturan RJ (Restorative Justice) tentu harusnya hakim mempertimbangkan RJ tersebut dalam kasus ini,” tutupnya.

Diberitakan sebelumya, baru-baru ini terjadi lagi kasus seorang bayi yang ditahan di rumah tahanan (rutan) bersama ibunya gegera kasus yang menimpa sang ibu yang juga seorang bidan sebut saja N, seorang bidan asal Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sejak 17 November 2022 lalu N telah ditahan di Rutan Kelas IIB Pandeglang. Di mana N ditahan bersama anaknya sebut saja R. Yang jadi soal, R adalah bayi  masih berusia tujuh bulan dan mengidap sakit jantung sejak lahir.

N ditahan setelah dilaporkan seorang dokter puskesmas di Kabupaten Pandeglang. Dokter melaporkan bidan itu karena diduga telah memalsukan tanda tangan dokter di surat keterangan Covid-19 yang diminta seorang mahasiswi praktik pada 2021.

N sudah menjalani satu kali persidangan di Pengadilan Negeri Pandeglang. Ketua Komnas Anak Provinsi Banten, Hendry Gunawan, mengatakan N dan R ditempatkan di klinik rutan.

Sumber: Viva

Editor: Habib Harsono

 

Digiqole ad

Berita Terkait