Abdul Fikri Faqih: Milenial Dituntut Menjadikan Ide-ide Inovatif sebagai Modal Berkarya

Abdul Fikri Faqih: Milenial Dituntut Menjadikan Ide-ide Inovatif sebagai Modal Berkarya

BERBAGI

TEGAL – Abdul Fikri Faqih, Wakil ketua Komisi X DPR RI meminta kampus vokasi harus banyak memproduksi lulusan milenial yang inovatif di era internet sebagai segalanya (Internet of Things) seperti saat ini. Kampus vokasi itu sendiri artinya kampus yang focus pada penguasaan keahlian terapan tertentu.

“Karena milenial dituntut menjadikan ide-ide inovatif sebagai modal utama untuk berkarya dan tampil sebagai pemenang,” ujar Fikri saat tampil dalam narasumber utama dalam kuliah umum seputar ekonomi kreatif di Politeknik Purbaya Kabupaten Tegal, Rabu (25/2/2021).

Fikri menjadi pembicara bersama Bupati Tegal Hj. Umi Azizah di hadapan kurang lebih 500 peserta yang hadir secara fisik maupun virtual. Politisi Fraksi PKS ini menyampaikan, di era internet of things saat ini gagasan adalah yang paling utama.

“Ideas are your only currency,” katanya mengutip judul buku karya Rod Judkins. Sebagai salah satu kampus pendidikan vokasi, Politeknik Purbaya tidak boleh berhenti untuk terus melakukan terobosan-terobosan untuk memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Tegal.

“Kampus harus bisa menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, yang certified, yang siap menghadapi dunia usaha dan industri, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” katanya.

Dalam kesempatan ini Fikri juga memberikan rumus sukses, yakni gabungan antara kapasitas dan integritas.

“Dalam bahasa yang lebih relijius, integritas bisa kita maknai takwa,” katanya.

Bupati Tegal Umi Azizah mengapresiasi langkah Politeknik Purbaya yang turut membantu pemerintah dengan melakukan pendampingan desa untuk digali potensi terbaiknya dan mengenalkan produk unggulannya dengan memanfaatkan IT. “Gagasan besar biasanya lahir dari hal-hal kecil,” katanya.

Umi Azizah juga mendorong Politeknik Purbaya agar terus berinovasi agar produk lokal bisa bersaing di tingkat global.

“Salah satu perilaku positif yang perlu dibangun kita menghargai produk lokal dan memikirkan caranya agar bisa bersaing di kancah global,” katanya.

Sementara itu Direktur Politeknik Purbaya Supangat S.Sos, M. Si menyampaikan saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan 16 desa di Kabupaten Tegal untuk menggali potensi agar desa tersebut memiliki produk unggulan.

“Kami berharap langkah ini bisa menjadi solusi atas persoalan pembangunan di Kabupaten Tegal serta implementasi dari gagasan yang bertumpu pada tiga pilar (triple helix), yaitu pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat,゛pungkasnya. (RH)

Facebook Comments