Al Washliyah Sumut Dukung Jokowi: Jangan Bawa Organisasi ke Ranah Politik

Al Washliyah Sumut Dukung Jokowi: Jangan Bawa Organisasi ke Ranah Politik

SHARE

CIREBON – Al Washliyah tetap berkomitmen menjadi Ormas Islam independen yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Secara kelembagaan, Al Washliyah mengambil sikap tidak masuk pada ranah politik praktis. Hal ini sesuai aturan yang tertuang dalam AD/ART Al Washliyah.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Al Washliyah Cirebon, H. Ahmad Aidin Tamim menegaskan, komitmen tersebut harus dipegang teguh oleh semua pengurus dan anggota Al Washliyah dari tingkat pusat sampai ke ranting.

Jika ada yang mau masuk pada politik praktis, itu adalah hak pribadi masing-masing dengan tidak membawa nama organisasi atau mengatasnamakan institusi Al Washliyah.

Demikian dijelaskan Ketua PD Al Washliyah Kabupaten Cirebon Aidin Tamim, Kamis (6/12/2018).

Terkait adanya dukungan pengurus Al Washliyah Sumatra Utara (Sumut) terhadap salah satu calon presiden (capres), Al Washliyah Cirebon melihat sebagai keputusan segelintir orang dan melanggar aturan dan bertentangan dengan Anggaran Dasar organisasi.

“Apa yang diputuskan kawan-kawan Al Washliyah di Sumut, sebenarnya itu adalah keputusan segelintir orang yg menjual nama Al Washliyah untuk kepentingan pribadi, dan itu merupakan bentuk pelanggaran berat dan menyimpang dari aturan sebuah organisasi. Saya menilainya sebagai tindakan melacurkan diri, tepatnya ‘Pelacur Politik’ yang tidak beradab dan tidak tahu etika berorganisasi. Hal itu jelas menyimpang dan bertentangan dengan AD/ART Al Washliyah,” papar Aidin di Cirebon.

Pengurus Daerah Al Washliyah Cirebon menurutnya sudah melayangkan protes keeras kepada Ketua Umum melalui Sekjen PB Al Washliyah ustadz Masyhuril Khamis di Jakarta.

Ia menambahkan, bilapun pada situasi tertentu Al Washliyah terpaksa harus memutuskan dukungan, maka itu adalah ranahnya Pengurus Besar (PB) melalui rapat yang berskala nasional dan pengambilan keputusannya harus mengacu pada AD/ART melalui mekanisme organisasi yang benar.

Baca juga :   Al Washliyah Ajak Umat Islam Bijak Tanggapi Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid

Keputusan yang diambil PB Al Washliyah itu baru bersifat mengikat serta wajib dipatuhi oleh semua struktur dan anggota Al Washliyah.

“Jadi bukan ranahnya pengurus wilayah. Kalau tiap-tiap PW memutuskan sendiri-sendiri, maka bisa saja nanti setiap PD memutuskan sendiri-sendiri pula. Dengan begitu maka lenyaplah makna sebuah organisasi atau dengan kata lain ‘Organisasi Konyol’,” tegas Aidin.

Ia kembali mengingatkan kepada seluruh pengurus dan anggota Al Washliyah dimanapun untuk tetap solid, karena ada indikasi masuknya pihak luar yang ingin memecah belah keutuhan Al Washliyah dengan iming-iming tertentu kepada oknum pengurus tertentu pada momentum tahun politik ini dan masa pemilihan presiden saat ini.

Dijelaskannya, hanya pelacur-pelacur politik yang rela menjual marwah organisasi demi recehan yg mereka kantongi. “Wallahi, Demi Allah, kami Keluarga Besar Al Washliyah Kabupaten Cirebon tidak rela dunia akherat dg kelakuan seperti ini,” imbuhnya.

Dia mengingatkan kepada seluruh Keluarga Besar Al Washliyah untuk menggunakan akal sehat dalam menyikapi dinamika politik yang berkembang dan harus cerdas, santun dan waspada terkait trik dan intrik di tahun politik sekarang ini.

“Intinya, kami minta agar PB Al Washliyah segera menggelar Rapim untuk menyikapi Keputusan PW Sumut dan memberikan sanksi atas sikap mereka yang kebablasan dan keluar dari jalur aturan organisasi, dan semua struktur Al Washliyah tidak bermain sendiri-sendiri. Jangan juga dimanfaatkan kelompok tertentu, yang ingin mengganggu keutuhan Keluarga Besar Al Washliyah,” jelas Aidin dengan semangat.

Lebih lanjut Aidin mengatakan sikap, perilaku atau keputusan pribadi jangan sampai membawa-bawa nama organisasi.

“Kami menilai Pengurus Wilayah Sumut tidak cerdas dalam menyikapi perkembangan politik, dan terkesan belum paham mekanisme berorganisasi, makanya mereka tampak jalan sendiri dan tidak menghormati Pengurus Besar (PB). Sikap parsial seperti itu harus ditindak tegas oleh PB. Sebab, tidak boleh ada pernyataan sikap resmi organisasi yang mendahului PB. Pengurus Daerah Al Washliyah Kab. Cirebon akan terus merapatkan barisan dan melakukan penggalangan demi menjaga marwah organisasi,” ungkapnya.

Baca juga :   Terkait Dukungan Golkar ke Ahok, Sebaiknya Keputusan Diambil di Internal Partai

Al Washliyah Cirebon mengajak kepada pengurus dan anggota Al Washliyah untuk kembali memahami aturan organisasi, tempuh mekanisme yang ada di AD-ART dan patuh pada keputusan resmi organisasi.

“Jadi, jangan bawa-bawa nama organisasi demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ormas Islam Al Washliyah jangan dibuat gaduh oleh kepentingan pribadi oknum internal tertentu demi mengejar recehan. Saya meyakini ada peran pihak luar yang menggoda segelintir pengurus dengan iming-iming recehan, kemudian nama Al Washliyah dibawa-bawa,” pungkas Aidin. (rilis/mrl)

Facebook Comments