Anies Tidak Bisa Berlama-lama Menakodai Ibukota Sendiri

Anies Tidak Bisa Berlama-lama Menakodai Ibukota Sendiri

SHARE
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (foto istimewah)

JAKARTA – Agar roda pemerintahan dan pelayanan publik di Jakarta tetap berjalan solid. Karena kekosongan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno ynag maju menjadi Calon Wakil Presiden.

Sehingga DPRD DKI didesak segera merencanakan dan menggelar sidang paripurna dengan agenda memilih pengganti Sandi. Idealnya tahun 2018 atau sebelum tahun 2019, Wagub DKI definitif sudah terpilih.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Eksekutif Institut Literasi Indonesia Achmad Fachrudin, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

“Roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta sejauh ini tetap berjalan dengan baik,” kata Fachrudin menanggapi kekosongan wakil gubernur pendamping Gubernur Anies Baswedan.

Meski demikian, lanjut Fachrudin, problem pembangunan di Jakarta sangat banyak. Sebab, Anies tidak bisa berlama-lama sendirian menakodai ibukota Jakarta.

Baginya, Anies memerlukan Wagub, sebagai pendampingnya. Khususnya pada 2019 akan digelar Pemilu Serentak, tentu problem pembangunan di Jakarta akan semakin kompleks dan menuntut kehadiran kepemimpinan yang solid.

Tentang mekanisme pemilihannya, menurut Fachrudin, sudah diatur dengan jelas oleh UU. No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Walikota Pasal 176..l

Lalu di Pasal 176 ayat 1 disebutkan, jika Wagub DKI berhenti karena permintaan sendiri, maka pengisian kursi Wagub dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Pemilihan berdasarkan usulan dari partai politik atau partai politik pengusung. Selanjutnya, dalam ayat 2 disebutkan partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang calon Wagub melalui gubernur DKI Jakarta untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta.

Sejauh ini, dua nama santer disebut berpeluang menjadi Calon Wagub (Cawagub) DKI Jakarta, yakni: M. Taufik dari Partai Gerindra dan Ahmad Syaichu dari Partai Keadilan Sejahtera.

Baca juga :   PDIP: Ayo Segera Move on dan Dukung Ahok Rampungkan Programnya

Menurut Abah, sapaan Fachrudin, kedua nama tersebut layak dan memenuhi syarat menjadi Cawagub DKI.

“Biarkan saja nama Cawagub DKI tersebut diseleksi dan diusung secara formal oleh partai politik masing-masing dan kemudian diajukan dan dipilih oleh DPRD DKI secara demokratis,” jelasnya.

Seraya menambahkan, siapapun yang terpelih menjadi Wagub harus diterima karena sudah melalui proses yang diatur oleh peraturan perundangan. (H3)

Facebook Comments