Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulbar Pertama yang Visioner

Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulbar Pertama yang Visioner

BERBAGI
Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dan Istri, Enny Anggraeni Anwar (Anggota Komisi IX DPR RI)

MAMUJU, Lintasparlemen.com – Adalah Sulawesi Barat—disingkat Sulbar—yang merupakan provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi ini terbentuk tanggal 05 Oktober 2004 lalu berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004. Ibukotanya ialah Mamuju. Luas wilayahnya sekitar 16,796.19 km².

Awal berdiri Sulbar dipimpin oleh Anwar Adnan Saleh dari hasil Pilgub selama dua periode, 2006 hingga 2017. Sulbar banyak dikenal memiliki banyak objek lokasi wisata. Selain kakao, daerah ini juga penghasil kopi robusta ataupun kopi arabika, kelapa dan cengkeh. Di sektor pertambangan terdapat kandungan emas, batubara dan minyak bumi.

Di akhir masa jabatannya, Anwar masih memiliki banyak impian untuk daerah yang sangat dicintainya. Di antaranya, “Saya ingin provinsi terus maju untuk mensejahterakan masyarakatnya. Impian saya masih banyak di sini,” terang Adnan pada Lintasparlemen.com, di Mamuju, Kamis (24/03).

Anwar memuji sang istri yang juga politisi Golkar, saat ini duduk di Komisi IX DPR RI Enny Anwar Anggraeni mendampingi dirinya selama hampir 10 tahun memimpin Sulbar. Ia mengaku banyak wartawan dan masyarakat Sulbar yang berharap sang istri maju sebagai penggantinya, melanjutkan program pembangun yang saat ini sedang berjalan.

 

Di balik kehebatan seorang pria ada seorang wanita yang tidak kalah hebatnya dengan saya. Sehingga saya bisa bekerja dengan tenang, dengan baik, dia mengurusi anak-anak saya bekerja. Nah itu yang saya katakan seperti itu.Tapi tidak berarti bahwa saya harus memaksakan itu. Tidak. Itu tergantung kepada rakyat Sulawesi Barat tapi saya mengakui bahwa keberhasilan ini banyak ditunjang oleh ibu (istri; Enny Anwar Anggraeni, red),” sambungnya saat ditanya soal figur yang pas menggantikannya memimpin Sulber lima tahun ke depan.

Anwar Adnan Shaleh Bersama Keluarga
Anwar Adnan Shaleh Bersama Keluarga

Berikut ini wawancara ekslusif Lintasparlemen.com dengan Anwar Andan Saleh:

Bisa dijelaskan terkait pencapaian pembangunan Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Bapak?

Yang pertama ingin saya sampaikan, Sulawesi Barat ini provinsi yang ke-33 dan terbentuk pada September Tahun 2004 yang lalu. Dan September 2016 ini kita akan memperingati 12 tahun berdirinya provinsi ini.

Sebelum saya jadi gubernur, ada caretaker (gubernur sementara) selama 2 tahun yakni Pak Syamsul Arif Rivai.Kemudian ada pemilihan kepala daerah secara langsung dan saya terpilih dengan suara tertinggi. Pada saat terpilih itulah, saya merenung dan memulai mencoba bermimpi dari mana memulai pemerintahan di provinsi yang pada waktu itu semua serba minus.

Oleh Kementerian Daerah Tertinggal dinyatakan bahwa Sulbar sebagai provinsi yang paling tertinggal, terbelakang, dan terisolasi. Alasannya, karena tidak ada penerbangan, jalannya masih susah dan sebagainya. Alhamdulillah, semua berubah berkat kerjasama rakyat dan semua pihak.

Setelah Bapak menjabat sebagai Gubernur Sulbar. Apa prioritas kerja Anda?

Saya memprioritaskan infrastruktur karena mustahil pemerintahan bisa berjalan dengan baik, pembangunan bisa berjalan dan pelayanan publik bisa berjalan baik tanpa ada upaya membenahi infrastruktur terlebih dahulu. Itu prioritas utama saya awal memimpin provinsi ini. Termasuk juga membangun sejumlah jalan dan jembatan. Sayajuga telah membangun 5 pelabuhan selama masa jabatan saya. Ada 2 bandar udara, dan kurang lebih 700 kilometer jalan dan jembatan saya bangun, termasuk membangun sarana dan prasarana yang bermula dari nol.

Selain itu apa lagi yang telah Anda capai selama memimpin Sulbar ini?

Banyak. Namun dari dari sanalah (membangun infrastruktur, red) kami mulai membenahi bagaimana meningkatkan produktivitas petani kita di sini. Karena lebih 60 persen penduduk di sini hidup tergantung dari sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Apa gambaran pemikiran Bapak di akhir masa jabatan Gubernur Sulbar?

Alhamdulillah, saya senang karena mampu berkontribusi pada daerah kami. Apalagi dengan keberhasilanterbukanya infrasturkutur, baik jalan pelabuhan maupun bandara. Maka pertumbuhan ekonomi kita makin membaik meski sempat tertinggi 15,1%.

Saya juga bersyukur bahwa income (penghasilan, red) per kapita masyarakat, setelah 9 tahun saya menjadi gubernur itu dari di bawah 4 juta per tahun. Sekarang ada dikisaran 24 juta per kapita per tahun. Itu adalah salahsatu bentuk syukur saya kepada Tuhan Allah SWT. Itu adalah karena kerja keras kami secara bersama-samadengan rakyat. Baik kontribusi saya sebagai gubernur dan para pembantu-pembantu saya, tentunya termasuk para bupati seSulawesi Barat.

Tinggal menghitung hari Bapak usai menjabat sebagai Gubernur, apa perasaan Anda saat ini?

Walaupun sudah 9 tahun lebih menjadi gubernur. Tapi perasaaan saya baru sekitaran 6 bulan saya bekerja. Begitu padatnya dan banyaknya masalah yang saya hadapi sehingga tidak terasa waktu ini berlalu, berjalan dengan cepat.Setelah 9 tahun, alhamdulillah infrastruktur sudah mulai membaik walaupun belum 100 persen.

Apa yang Bapak ingin kerjakan di akhir masa jabatan ini?

Masih banyak. Termasuk jalan arteri dari kantor gubernur menuju ke bandara. Dan ini menjadi prioritas utama saya untuk melakukan percepatan jangkauan ke bandara. Kedua adalah, untuk mempercantik keindahan daerah ini. Tapi alhamdulillah saya bersyukur Pemerintahan Jokowi-JK sudah memberikan anggaran.

Walaupun saya sudah tidak menjadi gubernur lagi pekerjaan ini akan berjalan terus. Demikian juga dengan jalan dari ibukota provinsi ini ke arah Minahasa dan Toraja sepanjang kurang lebih 100an kilometer itu sudah selesai 60 persen. Rencananya selesai pada tahun 2017 yang akan dating.

Apa persoalan Sulbar yang masih mengganggu pikiran Bapak yang belum terselesaikan?

Saya rasakan sekarang ini masih tingginya angka kemiskinan karena banyaknya pendatang baru yang masih tinggi, masih di atas 10 persen. Namun saya menginginkan dengan pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi, maka saya menginginkan kesejahteraan masyarakat juga bisa merata ke seluruh kabupaten di seluruh Sulawesi Barat ini. Iniyang belum.

Lalu yang kedua, pelayanan kesehatan yang harus lebih baik lagi dan juga pelayanan pendidikan yang harus lebihbaik ke depannya. Tapi saya bersyukur karena bersamaan dengan provinsi ini terbentuk, saya juga berhasilmemperjuangkan terbentuknya Universitas Negeri Sulawesi Barat (Unsulbar). Dan alhamdulillah dalam jangka waktu 3 tahun sudah bisa menjadi universitas negeri dan ini kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Apa Bapak sudah memiliki sosok pengganti sebagai Gubernur Sulber berikutnya?

Ya memang agak sulit (mencari pengganti, red). Banyak berita dan pendapat yang termuat di media bahwa masih sulit untuk mencari pengganti seperti saya. Namun bagi saya, itu tidak tidak tepat. Karena pemimpin itu harus adapada zamannya. Saya hadir pada zaman masih sangat sulit. Saya memimpin Sulbar dari tidak ada menjadi ada,from zero to hero. Hehehehe

Kalau pengganti saya nanti tidak lagi sesulit saya membangun, tinggal melanjutkan. Tidak lagi kontrak rumah. Tidak lagi pinjam-pinjam kantor.Tidak lagi susah ke mana-mana. Karena jalan sudah bagus. Penerbangan sudah ada.Jadi saya kira pengganti saya tidak lagi sesusah saya menjadi gubernur pertama yang serba sulit. Saya merasakan sendiri.

Figur seperti apa calon pengganti Anda kelak yang akan dipilih pada Pilgub Sulber 15 Februari 2017 nanti?

Gubernur yang melanjutkan kepemimpinan saya di Sulbar haruslah orang yang paham bagaimana memulai pemerintahan ini. Tahu bagaimana sulitnya saya. Dan tahu bagaimana kiat-kiat saya bisa menghadapi kesulitanselama memimpin provinsi ini. Baru saya katakan, tanpa membangun sinergi dengan pemerintah pusat, mustahil bisa membangun daerah seperti ini. Sehingga figur gubernur Sulbar haruslah orang yang tahu persis karakter wilayah ini.

Apakah istri Anda sebagai figur tersebut?

Kalau soal itu biar rakyat menilai. Tapi yang saya kira, orang yang dekat dengan saya yang tahu bagaimana saya bekerja keras tanpa mengenal waktu. Bagaimana saya membangun networking dengan yang ada di Jakarta hingga ke Senayan (DPR RI, red), kementerian dan lembaga lainnya.

Apa karena Sulbar sudah terlihat ada kemajuan sehingga banyak yang kandidat yang siap maju pada Pilgub Sulbar mendatang?

Saya kira seperti itu. Dalam situasi seperti ini, sudah banyak yang mau menjadi gubernur. Tentu banyak yang ingin menjadi gubernur. Tidak seperti pada saat saya mengawali. Kalau dikatakan menyiapkan kader, saya kira pemimpin itu akan hadir pada zamannya. Tiap era itu akan menghadirkan pemimpinnya sendiri. Ya memang jujur saya katakan, permintaan masyarakat agar saya kembali memimpin Sulbar selama tiga periode masih banyak. Rakyat Sulbar meminta untuk menuntaskan semua apa yang sudah kita kerjakan bersama-sama selama 9 tahun ini. Tapi kan di undang-undang tidak membolehkan tiga periode.

Seperti diberitakan media banyak yang minta istri Bapak melanjutkan kepemimpinan Bapak?

Ada banyak permintaan itu. Banyak aspirasi masyarakat untuk meminta istri saya melanjutkan apa yang saya telah lakukan. Saya katakan terserah kepada rakyat semua, kalau rakyat mengizinkan ya silakan, monggo. Silakan, saya tidak larang walaupun dia harus meninggalkan jabatannya (di Komisi IX DPR RI, red ). Termasuk meninggalkantanggung jawabnya di Senayan misalnya. Kalau untuk rakyat dan daerah ini saya ikhlaskan.

Ada beberapa lembaga survei yang sudah merilis ini, bahwa tingkat kepuasan masyarakat Sulbar terhadap kepemimpinan saya, keberhasilan saya di atas 80 persen. Dalam pandangan saya, dan sering saya katakan kepada masyarakat bahwa keberhasilan yang ada, tidak terlepas adanya seorang wanita yang mendampingi saya(istri, Enny Anggraeni Anwar, red).

Di balik kehebatan seorang pria ada seorang wanita yang tidak kalah hebatnya sehingga saya bisa bekerja dengan tenang, dengan baik, dia mengurusi anak-anak saat saya bekerja. Tapi tidak berarti bahwa saya harus memaksakan untuk itu. Tidak. Itu tergantung kepada rakyat Sulawesi Barat menentukan pilihan.

Bagi saya, keberhasilan ini banyak ditunjang oleh ibu (istri, red). Baik sebagai Ketua PKK Sulbar yang banyakkeliling ke desa dan perkampungan untuk menjembatani pelayanan kesehatan di posyandu. Ibu sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulbar. Istri saya selalu hadir di setiap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Jadi saya kira tidak akan sulit (menjadi Gubernur Sulbar berikutnya di Pilgub 2017, red) jika rakyat menghendaki.

Apa Bapak ada kesulitan mensosialisasikan proram pemerintah, di antaranya BPJS di Provinsi Sulawesi Barat ini?

Alhamdulillah BPJS ( Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) itu sudah memasuki tahun kedua. Kami tidak mengalami kesulitan, bahkan kami mentargetkan pada 2017 sudah 100 persen peserta BPJS di Sulawesi Barat. Alhamdulillah, kami tidak mengalami masalah seperti di daerah-daerah lain. Ada tunggakkan. Ada subsidi dan lain sebagainya.

Filosofi kami, selalu memberikan pengarahan kepada masyarakat terkait manfaat dari BPJS; program ini menolong ketika kita tidak punya uang atau ketika pada kondisi mendapat musibah atau penyakit. Kami menganggap BPJS inibisa menolong masyarakat kami, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Soal upah para pekerja di Sulbar ini bagaimana?

Kami sudah tetapkan Rp 1.800.000,- Upah Minimum Provinsi (UMP) di Sulbar. Itu berdasarkan kajian yang kita lakukan dan kemudian diatur dalam ketetapan gubernur. Jadi tidak mengikuti apa yang terjadi di Jakarta, di Jawa dan daerah lainnya.  Tapi pada berdasarkan kondisi yang ada di sini. Alhamdulillah, para pekerja tidak pernah menuntut kenaikan, karena rata-rata mereka mendapat bonus yang cukup, baik dari perusahaan seperti di perkebunan dan tambang. Itu sudah cukup untuk menghidupi keluarga mereka.

Sulbar yang sudah luar biasa ini, apa yang menginspirasi Bapak membangun provinsi ini?

Sebelum menjadi gubernur, saya sering ke Los Angeles, ke negara-negara lain, ke Skandinavia kemudian kenegara-negara di asia tenggara. Saya banyak terinspirasi  dari kunjungan saya itu. Apalagi saya memulai membangun daerah ini dari nol.

Apa harapan Bapak bagi kemajuan Sulbar ke depannya?

Harapan saya ke depan siapapun gubernur penerus saya, bisa menjaga momentum ini. Kelestarian alam dijagadan lebih memperindah Sulawesi Barat ini. Karena apa yang kita lihat di rumah jabatan ini, masih banyak wilayah lain yang lebih indah dari Sulawesi Barat. Sepanjang 100 kilometer kalau kita ke arah Selatan itu kita bisa melihat sunset, melihat matahari tenggelam. Jam setengah 7 pagi matahari masih kelihatan dari bawah, memancarkan cahaya ke atas. Itu indah sekali. Ini tak hanya ada di Bali tapi juga di Sulawesi Barat ini.

Siapa yang banyak menginspirasi Anda sebagai pemimpin di Sulbar?

Istri saya ini yang paling banyak menginspirasi. Hidup bersamanya banyak menginspirasi. Itu saya terapkan di sini. Kita ingin lebih bisa membuat diri lebih bermanfaat pada orang. Saya bersyukur dari pengalaman hidup saya. Misalnya, saya membangun rumah sendiri di Jakarta, Makassar (Ujung Pandang, red) dengan design sendiri.

 Apa Anda ingin menyampaikan sesuatu bagi rakyat Sulbar seluruhnya?

Saya berterimakasih pada rakyat Sulbar seluruhnya yang telah mendukung kami membangun dan membenahi provinsi ke-33 ini.

 

 (Jana dan Mahabbahtaein)

Facebook Comments