Bagus Adhi Dukung Penambahan Tenaga Kerja di SKP Kabupaten Merauke

Bagus Adhi Dukung Penambahan Tenaga Kerja di SKP Kabupaten Merauke

SHARE
Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (18/10/2016)

MARAUKE – Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra menyayangkan minimnya jumlah tenaga kerja di Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I di Kabupaten Merauke yang hanya berjumlah 34 orang. Dengan daerah Merauke yang cukup luas, menurut Bagus Adhi seharusnya SKP Merauke memiliki lebih dari sekitar 100 tenaga kerja.

“Saya sangat menyayangkan Merauke dengan daerah yang cukup luas dan berhadapan dengan Papua Nugini ini ternyata minim fasilitas dan SDM yang hanya berjumlah 34 tenaga kerja,” ungkap Bagus Adhi usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI meninjau SKP Kelas I Merauke, Papua, Senin (30/7/2018).

Politisi Partai Golkar ini pun mengingatkan bahwa tugas karantina, khususnya di Merauke yang merupakan daerah perbatasan adalah sangat berat. Sehingga harus dikondisikan sebaik mungkin agar dapat melestarikan dan mencegah penyakit, sehingga solusinya adalah perlu ada penambahan jumlah SDM, dan terus diberi pelatihan secara komprehensif.

“Usai saya meninjau tadi ternyata sangat minim sarana dan prasarananya. Jumlah SDM yang hanya 34 orang sangat tidak realistis. Perlu ada penambahan, minimal ada lebih dari 100 tenaga kerja. Dan diberi pelatihan khusus,” sujar Bagus Adhi.

Legislator dapil Bali ini juga mengingatkan agar dalam proses pengadaan SDM ini juga melibatkan masyarakat lokal asli Merauke, agar ada pemberdayaan masyarakat lokal dalam membangun daerahnya sendiri.

“Pemberdayaan penduduk lokal sebagai antisipasi pegawai yg meninggalkan Merauke karena alasan ikut suami. Maka dipandang perlu diadakan pemberian pelatihan kepada penduduk lokal, minimal nantinya diawali dulu sebagai penyuluh / pendamping pada bidang tersebut,” jelas Bagus Adhi.

Diketahui, SKP Kelas I Merauke memiliki tugas strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk, keluar, dan berkembangnya hama penyakit hewan dan organisme pengganggu tumbuhan dari negara lain seperti Australia, Papua Nugini dan Timor Leste. (hs/sf)

Facebook Comments
Baca juga :   Hadiri Rakernas HIPMI, Ketua DPR: Ayo Jadi Pengusaha, Masa Kalah dengan Malaysia Singapura dan Thailand