Bahas Larangan Azan Gereja Papua, MUI dan GPI Sepakati 4 Kesepahaman

Bahas Larangan Azan Gereja Papua, MUI dan GPI Sepakati 4 Kesepahaman

SHARE
Ketua Umum PGI Pdt Dr Henriette Tabita Lebang, M.Th berkunjung ke kantor MUI menemui Ketua Umum MUI Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin

JAKARTA – Ketua Umum PGI Pdt Dr Henriette Tabita Lebang, M.Th berkunjung ke kantor MUI. Henriette bertemu dengan Ketua Umum MUI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin untuk membahas masalah yang sedang terjadi di Sentani Papua.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) telah mengeluarkan delapan poin terkait ‘larangan azan’ yang isinya jauh dari semangat persaudaraan, toleransi, kebersamaan, dan kekeluargaan.

Dari pertemuan tersebut ada 4 hasil kesepahaman. Di antaranya, kedua belah pihak setuju bahwa persoalan yang terjadi di Sentani, Papua harus dilokalisir menjadi persoalan daerah dan jangan sampai berkembang di daerah lain.

“Untuk hal tersebut baik PGI maupun MUI sepakat untuk mendorong adanya penyelesaian secara cepat dan bermartabat melalui musyawarah antar tokoh-tokoh agama setempat dengan mengedepankan semangat musyawarah, toleransi dan kekeluargaan,” seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi usai pertemuan pada Selasa, (20/3/2018).

“MUI dan PGI mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin membuat kekacauan dengan memanfaatkan kasus ini,” sambungnya.

Zainut juga menyampaikan, MUI dan PGI menyepakati beberapa point usulan penyelesaian yang nanti akan disampaikan kepada tim perunding melalui jalur komunikasi organisasi masing-masing.

“Meminta kepada pemerintah daerah untuk secara aktif membantu proses penyelesaian masalah secara damai, adil dan beradab,” sebut empat kesepahaman dalam pertemuan tersebut. (HMS)

 

 

Facebook Comments
Baca juga :   PNS Nias Selatan Gelar Ciuman massal jadi Viral Ternyata 'Disponsori' Bupati