Bamsoet Dorong Pemerintah Tingkatkan Wisata Budaya

Bamsoet Dorong Pemerintah Tingkatkan Wisata Budaya

SHARE

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai penyelenggaraan Tinggalan Dalem Jumenengan, peringatan naik tahta yang ke-16 sejak Sinuhun Pakubuwono XIII menjadi Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Juni 2004, yang akan digelar pada 20 Maret 2020 menjadi momentum bagi Keraton Kasunanan Surakarta untuk melebarkan kiprah. Tak hanya sebagai wadah melestarikan budaya, adat, tradisi, dan kearifan lokal, melainkan juga menjadi tempat wisata budaya yang mendunia.

“Di berbagai negara, kerajaan maupun peninggalan bersejarahnya yang bersifat tangible (benda) maupun intangible (tak benda) dijadikan penarik untuk mendatangkan turis. Seperti Imperial Palace di Jepang, Winter Palace di Rusia, The Grand Palace di Thailand, Neuschwanstein Palace di Jerman, Topkapi Palace di Turki, maupun Buckingham Palace di Inggris. Dikemas menarik dengan menyiapkan guide yang handal menceritakan berbagai latar belakang sejarah, hingga menyiapkan baju adat untuk para turis foto. Terbukti berbagai kerajaan tersebut selalu dibanjiri turis,,” ujar Bamsoet usai menerima Ratu Pakubuwono dan KPA Widodo Hadiningrat dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Selasa (4/2/20).

Wakil Ketua Umum KADIN ini memandang Indonesia melalui Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat harus mulai membuka wisata budaya seperti yang sudah dilakukan berbagai kerajaan di berbagai negara lainnya. Selain untuk menjaga kelestarian budaya, juga bisa mendatangkan pemasukan bagi masyarakat sekitar keraton, serta devisa bagi negara.

“Disinilah peran penting Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar berkolaborasi dengan berbagai keraton yang ada di Indonesia. Keunggulan Indonesia berada pada seni, budaya, dan pesona alamnya. Jika dikembangkan secara serius, akan membawa multiplier effect yang dahsyat bagi pembangunan ekonomi bangsa,” tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, sebagaimana hasil kajian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor budaya menyumbang 60 persen keunggulan pariwisata Indonesia. Disusul sektor alam 35 persen, dan buatan manusia 5 persen. Pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya sekaligus sangat erat kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat.

“Untuk mewujudkan Keraton sebagai tempat pariwisata berbasis budaya, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif perlu membantu keraton meningkatkan berbagai aspek. Seperti daya tarik, aksesibilitas, maupun fasilitas. Jangan justru keraton ditinggal sendirian dan tak diberdayakan,” pungkas Bamsoet. (dwi)

Facebook Comments