Bandingkan Capaian SBY vs Jokowi, Wakil Ketua Komisi V DPR: Infrastruktur di Era Jokowi Lebih Top ‘Best of the Best’

 Bandingkan Capaian SBY vs Jokowi, Wakil Ketua Komisi V DPR: Infrastruktur di Era Jokowi Lebih Top ‘Best of the Best’

KENDARI – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menilai pembangunan infrastruktur di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih berhasil atau ‘Best of the Best’. Menurut Ridwan, selain pencapaian Jokowi yang luar biasa, pembangunan infrastruktur tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh warga setempat.

Pernyataan Ridwan Bae itu untuk membantah apa yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus (AHY) terkait 80 capaian pembangunan di era Jokowi atas kontribusi pemerintahan sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). AHY menyebutkan, era Jokowi tinggal memotong pita.

Ridwan membandingkan capaian pembangunan di era Jokowi dengan di era SBY. Mantan Bupati Muna, Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan, Jokowi jauh lebih berhasil membangun infrastruktur dibandingkan SBY.

“Mendengar klaim apa yang mereka (AHY) sampaikan ke media, saya bagaimana gitu. Karena pembangunan infrastruktur di era Jokowi, rakyat kita sekarang lebih senang dan lebih sejahtera di era sekarang dibanding  di era sebelumnya,” kata Ridwan pada wartawan Lintas Parlemen, Sabtu (17/9/2022).

Politisi senior dua periode terpilih di DPR RI asal Dapil Sultra, ini mengajak seluruh pihak khususnya kaum elit berbicara ke publik sesuai dengan data dan fakta di tengah masyarakat. Baginya, rakyat sudah merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur di era Jokowi.

“Saya sih bicara seperti ini tentu berdasarkan data atau informasi yang saya punyai, dan apa yang dirasakan masyarakat kita setiap saya ketemu konstituen di Dapil. (AHY) jangan sekadar ngomong seenaknya ke media,” terang Ridwan.

Ridwan kembali membandingkan capaian pembangunan di era Jokowi dan era SBY. Di mana selama 10 tahun pemerintahan SBY bersama Kabinet Indonesia Bersatu, 2004-2014, ada 189,2 km panjang jalan tol selesai dibangun konstruksi.

“Sekarang kita bandingkan dengan saat ini di era Jokowi. Ada 18 banyaknya bendungan mulai dari konstruksi dan semua selesai dibangun. Di tahun 2004 hingga 2014, sebanyak 24 bandara udara selesai kontruksi,” papar Ridwan.

Dari data yang dimiliki Ridwan tersebut terungkap, sejak 2014 hingga September 2022 Jokowi berhasil menyelesaikan konstruksi sepanjang 1.762,3 km jalan tol. Selain itu, ada 30 bendungan selesai konstruksi.

Kemudian, lanjut Ridwan, ada 29 bandara udara. Tak hanya itu, Ridwan menjelaskan, ada pembangunan infrastruktur lainnya yang berhasil dibangun sepanjang 316.590 km berupa jalan desa yang selesai konstruksi.

Di waktu tersisa, lanjut Ridwan, kemungkinan besar Jokowi masih bisa melampaui hasil kinerjanya tersebut di sisa masa jabatannya berakhir di tahun 2024 mendatang. Sesuai target pemerintah segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur sepanjang 750 km jalan tol di dua tahun terakhir 2023-2024 pemerintahan Jokowi.

“Tak hanya itu, masih ada target yang telah direncanakan Pak Jokowi dua tahun terakhir di masa jabatannya. Target itu, jauh lebih panjang dari pencapaian dari jalan tol yang telah dibangun di era SBY selama 10 tahun, hanya 189.2 km,” ujar Ridwan.

“Dari data itu, telah terbukti ‘kan, yang mana yang terbaik dari dua pemimpin ini. Kalau kita ingin membandingkan sesuatu kita harus pakai data sehingga menjadi fakta yang kita sampaikan, tidak hanya sekadar bicara. Sebaiknya bicaralah dengan data-data akurat,” sambung Ridwan.

Ridwan juga mengaku bahwa pembangunan infrastruktur di era Jokowi memilik tingkat tantangan berbeda di era SBY. Di mana keberhasilan pemerataan pembangunan infrastruktur di era Jokowi juga mampu memengaruhu proses  pemulihan perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.

“Satu lagi, proses pembangunan infrastruktur di era Pak Jokowi kita sudah tahu semua, tidak hanya dirasakan oleh rakyat yang tinggal di kota-kota atau perkotaan saja. Tetapi dirasakan juga manfaatnya oleh warga yang tinggal di desa-desa hingga pelosok kampung. Sangat merata pembangunan infrastrukturnya. Tak hanya itu, proyek Strategis Nasional Infrastruktur dikendalikan langsung di bawah kemempinan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,” tegas Ridwan.

Sebelumnya, AHY menyebutkan bahwa dirinya kadang speechless pemerintahan Jokowi saat ini tidak pernah mengucapkan terima kasih pada SBY. Padahal, lanjut AHY, era kepemimpinan SBY telah meletakan pondasi infrastruktur yang telah dibangun dari 70 persen hingga 80 persen dibangun era kejayaan Partai Demokrat tersebut.

AHY menyebutkan, Jokowi menggunting pita, karena era SBY tinggal menyisakan 10 persen proses penyelesaian infrastruktur tersebut.

Editor: Habib Harsono

 

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.