‘Bangun Manusia Indonesia Adil Beradab’

‘Bangun Manusia Indonesia Adil Beradab’

SHARE
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa Abdul Ghopur

JAKARTA – Direktur eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Ghofur menilai situasi saat ini Indonesia masih mengalami persoalan mendasar, yakni merosotnya nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme dan semangat kemajemukan sebagai bangsa yang majemuk multikultural.

Menurut Ghofur, paling memprihatinkan, diakui atau tak diakui, ternyata bangsa kita juga mengalami kemunduran moral, estetika, etika atau keadaban.

“Mengapa? masih saja ada upaya pengingkaran terhadap kemajemukan bangsa Indonesia yang setiap saat dapat saja muncul ke permukaan,” kata Ghofur dalam refleksi 72 tahun kemerdekaan Indonesia,  digedung PBNU, Jakarta Pusat layanan, Senin (28/08/2017) kemarin.

Ia menyampaikan, Indonesia sebagai sebuah bangsa yang ribuan tahun memiliki kearifan budaya yang Adi-Luhung, nyatanya malah mengalami kemunduruan yang luar biasa.

“Apa buktinya? Kasus penganiayaan dan pembakaran seorang pria muda di salah satu daerah di Indonesia adalah salah satu buktinya. Bagaimana mungkin, sebagai sebuah bangsa besar yang tinggi peradabannya, etikanya, ilmu pengetahuannya, norma-normanya, toleransinya, budi pekertinya, tega melakukan hal biadab seperti itu,” jelasnya.

Ghofur melanjutkan, belum lagi masalah kebangsaan lainnya, seperti korupsi yang tak ada habisnya, kesenjangan sosial-ekonomi yang terus melebarkan jurang antar masyarakat.

“Akhlakul​ guru dan murid sekolah yang terus merosot, etika pemimpin masyarakat yang tak dapat digugu dan ditiru lagi, bahkan moral rakyatnya sendiri pun kian mengalami degradasi.Oleh itu, masalah kebangsaan kita kini pada akhirnya menjauhkan kita dari kata dan makna keadilan,” terangnya.

“Inilah yang kerap memunculkan konflik bernuansa sara di negeri ini baik secara vertikal maupun horizontal. Ini dapat kita rasakan dan lihat sendiri, tak perlu pembuktian lagi,” tandasnya. (JODIRA)

Facebook Comments
Baca juga :   Jelang Daftar Cagub DKI, Sjafrie Sjamsoeddin Kumpulkan Aktivis Mahasiswa
Iklan: