Bebani Petani dan Nelayan, DPR Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM

 Bebani Petani dan Nelayan, DPR Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mendesak Presiden Joko Widodo agar membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) karena jelas akan berdampak langsung pada peningkatan pengeluaran petani, nelayan dan pengemudi angkutan umum.

“Sekarang ini petani sudah melakukan mekanisasi, mulai dari tanam sampai paska panen. Mekanisasi ini pakai BBM. Kalau BBM naik maka sudah pasti pengeluaran petani juga akan naik,” ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan Lintas Parlemen, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Sementara itu, lanjut Hermanto, hasil panen para petani belum tentu bertambah. Alasan itu, ia meminta agar kebijakan menaikan BBM segera dibatalkan dan menurunkan kembali harganya.

“Kalaupun hasil panennya melimpah, biasanya harga jatuh,” ujar legislator dari FPKS DPR RI ini.

“Jadi, pengeluaran petani sudah pasti bertambah. Sementara pendapatan, belum tentu bertambah. Hal ini jelas memberatkan kehidupan para petani,” tambah Hermanto.

Mereka melaut pakai mesin. Mesin pakai BBM. Harga BBM naik maka pasti pengeluaran nelayan juga bertambah. Sementara penghasilan belum tentu bertambah,” papar Hermanto.

Hal serupa tentu dialami juga oleh lapisan masyarakat kecil lain yang mata pencahariannya terkait langsung dengan BBM seperti para pengemudi angkutan kota dan angkutan umum lainnya serta ojek motor.

“Kenaikan BBM membuat pengeluaran mereka bertambah. Sementara tarif tidak bisa serta merta dinaikkan. Kalaupun tarif naik, ada kemungkinan konsumen berkurang karena beralih ke moda transportasi lain,” papar Hermanto.

“Kenaikan BBM tentu sangat membebani masyarakat yang berprofesi sebagai pengemudi angkutan umum,” pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Laporan: Joko

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait