Benarkah Bank DBS Ambil Uang Nasabahnya?

Benarkah Bank DBS Ambil Uang Nasabahnya?

SHARE

JAKARTA – Seorang nasabah Bank DBS bernama Helmi Adam mengaku kesel dengan sikap PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) yang merupakan salah satu bank yang telah berdiri terlama di Asia itu. Adam juga menyebut pihak Bank DBS telah ingkar janji.

Menurut Adam, kelompok usaha DBS Group di Singapura itu telah berbuat tidak menyenangkan bagi nasabahnya. Padahal, Bank DBS Indonesia telah menyediakan layanan perbankan menyeluruh untuk korporasi, usaha kecil dan menengah (SME), dan aktivitas perbankan konsumen.

“Bulan Juli tanggal 20 juli 2018 saya mengajukan pinjaman ke bank mandiri, lagi-lagi kembali belum bisa diberikan karena alasan, BI checking saya bermasalah. Padahal selama ini saya tidak pernah ada tunggakan, setelah di Cek ternyata penyebabnya adalah Bank DBS yang belum juga menyatakan lunas di BI, padahal bank DBS punya utang sama saya sebesar 7.150.000 rupiah yang sampai saat ini belum ditransfer kembali ke saya,” jelas Adam, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Bukti Transfer (foto: pribadi)

Yang membuat Adam heran, hingga kini email dan dana miliknya belum dikembalikan ke rekening miliknya. Padahal, pihak Bank DBS sudah berulang kali menjanjikan akan memprosesnya. Sudah beberapa bulan waktu sudah dijanjikan tapi belum terealisasi.

“Tanggal 7 Agustus siang saya kembali menelpon karena sampai detik ini belum juga di email surat pernyataan lunas yang saya minta. Saya pun marah dan berapa kali saya bilang saya dirugikan, tapi di jawab besok akan di email,” ungkap Adam dengan melampirkan bukti-bukti yang dimilikinya.

Kronologis Perbuatan Tidak Menyenangkan Bank DBS:

1. saya memiliki kartu kredit Bank ANZ No 4374 5000 0123 7659 atas nama Helmi Adam. Saya memiliki tagihan bulan Mei sebesar Rp. 850.000 Rupiah. Di bulan Mei saya bayar, ke ATM BCA tapi tidak bisa.

Baca juga :   Di Kampung JK, Yusril Minta Polisi Bersikap Adil dan Objektif Tangani Kasus Ahok!

2. Pada bulan Juni saya ditelpon Bank DBS bahwa saya harus membayar tagihan dan membayar ke bentuk transfer ke bank DBS, karena saya tidak tahu Kartu kredit saya sudah di over alih ke Bank DBS, sehingga saya minta penjelasan. Karena terjadi banyak penipuan jadi saya curiga.

3. Pada Bulan Juni saya di telpon untuk membayar dengan cara transfer, saya lakukan di bak BCA namun tidak berhasil.

4. Pada bulan juni juga saya telpon Bank DBS bahwa transaksi saya tidak berhasil, dan mereka akan mengganti nomer lain.

5. Pada bulan Juni juga saya kemudian membayar tepatnya tanggal 27 juni 2018, dalam keadaan kesal dengan bank DBS, membuat salah membayar, sehingga kelebihan, yaitu sebesar Rp. 8.005.000 Rupiah, kelebihan 7.150.000 Rupiah. Kemudian tanggal 28 saya ditelpon, uang saya kelebihan, dan saya diminta buat pernyataan kelebihan bayar dan memberikan rekening BCA saya.

6. Tanggal 29 juni 2018, saya email surat pernyataan saya ke alamat meail Mutiahapanjaitan@dbs.com, dan dikatakan akan di proses seminggu, dan akan di kabari jika sudah di transfer.

7. Pada periode Mei saya sempat mau pinjam uang ke Bank BNI untuk membeli apartemen, dengan hitungan akan menguntungkan, dan ternyata BNI menolak, saya tidak tahu karena apa.

8. Bulan Juli tanggal 20 juli 2018 saya mengajukan pinjaman ke bank mandiri, lagi-lagi kembali belum bisa diberikan karena alasan, BI checking saya bermasalah. Padahal selama ini saya tidak pernah ada tunggakan, setelah di Cek ternyata penyebabnya adalah Bank DBS yang belum juga menyatakan lunas di BI, padahal bank DBS punya utang sama saya sebesar 7.150.000 rupiah yang sampai saat ini belum ditransfer kembali ke saya.

Baca juga :   Berapa Besar Daya Tahan Ekonomi Indonesia Mengadapi Gejolak Kurs Dollar?

9. Pada tanggal 30 Juli saya buat laporan minta surat pernyataan lunas utang dari Bank DBS, pada saat itu hot line bank DBS menjanjikan dua hari akan di email, saya pun maklum dan sabar.

10. Pada tanggal 3 Agustus saya telpon lagi karena sesuai janji harusnya sudah di email surat lunas saya. Dan sampai saat itu belum di email saya pun mempertanyakan kenapa?Lalu mendapat jawaban 5 hari lagi, saya pun menunggu sampai tanggal 6 agustus 2018, dan ternyata sampai tanggal 6 pun belum juga email yang dijanjikan ada.

11. Tanggal 6 Agustus malam saya di telpon dari Bank DBS yang mengatakan besok akan di email, dari nomer 02129220305.

12. Tanggal 7 Agustus siang saya kembali menelpon karena sampai detik ini belum juga di email surat pernyataan lunas yang saya minta. Saya pun marah dan berapa kali saya bilang saya dirugikan, tapi di jawab besok akan di email.

Helmi Adam

Surat pernyataan Helmi Adam
Facebook Comments