BIN: Isu Kebocoran Data dari Bjorka Hoaks

 BIN: Isu Kebocoran Data dari Bjorka Hoaks

JAKARTA – Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan H Purwanto, mengatakan peretasan data yang dilakukan Bjorka hanya bersifat umum, sifatnya pribadi dan tidak ada kebocoran negara.

“Jadi untuk mencegah kebocoran data itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Sehingga isu kebocoran data tersebut dinilai hanya hoax saja, semua kita encrypto (enkripsi). Kita cek semua data negara aman,” kata Wawan kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Oleh karenanya, Wawan mengungkapkan, perlindungan data pribadi dan negara perlu melibatkan semua pihak. Baik sebagai mitigasi maupun pencegahan kejahatan siber secara nasional maupun lokal.

“Ini peran bersama, pemerintah, swasta untuk membangun infrastruktur guna menjaga perlindungan data publik. Dalam UU PDP ini juga diatur sanksi pidana dan denda,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak bersama-sama menjaga kedaulatan digital kita, melalui peningkatan kapasitas bulding, SDM, dan pembangunan infrastruktur digital. Sehingga Pemilu 2024 tidak terganggu dan berjalan lancar.

“Kita tidak bisa sembrono lagi, semua stakeholder harus bertindak lebih mengenai pengamanan datanya. Dengan adanya kombinasi ini, hasil Pemilu 2024 nantinya diharapkan bisa berjalan lancar dan meminimalisir aksi hacker dalam melakukan peretasan,” paparnya.

Seorang pemuda yang diduga hacker Bjorka ditangkap di Madiun, Jawa Timur pada Rabu petang, 14 September 2022. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengkonfirmasi polisi telah menangkap satu orang dari Madiun berinisial MAH.

Bermula dari laporan platform Dark Tracer
Dugaan MAH sebagai Bjorka awalnya muncul dalam sebuah laporan Dark Tracer dalam sebuah webinar tertanggal 8 September 2022. Mereka memperlihatkan peta yang diduga perjalanan dari kebocoran data yang terjadi di Indonesia.

Setelah melakukan pengerucutan hingga 14 orang terduga pelaku, DarkTracer melakukan dugaan terhadap seorang pria yang berdomisili di Indonesia. Pihaknya membuka data pribadi terduga pelaku berikut fotonya dengan inisial nama MA, laki-laki berusia 23 tahun. Nama lain terduga pelaku adalah Akihiro san, Ahihiro, Gumelarzt, Bjorkasim.

Bjorka bantah penangkapan dirinya
Bjorka merespon soal kabar penangkapan dirinya oleh polisi di Madiun, Jawa Timur. Ia menyebut salah tangkap itu merupakan hasil kekeliruan Dark Tracer. Ia menyebut platform itu memberikan kesalahan informasi atas penangkapan seorang pria berinisial MAH oleh polisi.

“Bocah ini ditangkap dan diinterogasi Pemerintah Indonesia,” tulis Bjorka di grup aplikasi Telegram miliknya, Kamis, 15 September 2022.

“Untuk orang Dark Tracer, ini adalah dosa kalian menyediakan layanan palsu ke pemerintah Indonesia dan memberikan informasi yang salah kepada para idiot,” imbuhnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.