Biografi DR Suharsono, dari Kursus Bahasa Inggris Berdikari untuk Negeri

 Biografi DR Suharsono, dari Kursus Bahasa Inggris Berdikari untuk Negeri

Pendiri Kampus Pertiwi DR Suharsono, MM, MPd

Adalah DR Suharsono, MM, MPd putra kelahiran Solo. Tepatnya hari ini tanggal 28 Juni 1952 (70 tahun) di Desa Wirogunan, Kartasuro, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bagi sebagian orang, sosok Harsono begitu panggilan DR Suharsono, mungkin belum banyak mengenalnya. Namun, bagi dunia pendidikan nama Harsono cukup dikenal luas khususnya saat jadi Sekretaris Badan standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) yang mengurusi Ujian Nasional (UN).

Selain penggiat dunia pendidikan non-formal, Harsono juga dikenal publik sebagai motivator di bawah bendera Success Power Indonesia. Dari kata-kata motivasi yang disampaikan banyak menginspirasi anak bangsa lebih baik ke depannya, khususnya kaum milenial.

“Ayo anak muda, songsong masa depanmu. Kita berharap besar pada anak muda. Karena mereka akan melanjutkan tongkat stafet kepemimpinan negeri ini. Untuk itu, anak muda harus punya mimpi besar, visi besar untuk  majukan negeri ini menjadi bangsa besar yang mandiri. Karena tanpa mimpi besar dan visi besar bangsa ini tanpa arah yang jelas dalam percaturan persaingan global negara-negara lainnya,” kata Harsono memotivasi para mahasiswa baru di Kampus Pertiwi pada sebuah kesempatan.

Harsono namanya makin harum dengan kiprahnya membangun lembaga pendidikan non-formal alias kursus bahasa Inggris miliknya yang diberi nama BBC English Training Specialist disingkat (BBC-ETS)  yang dirintis sejak tahun 1980 lalu.

Bermula dari kursus bahasa Inggris inilah, Harsono menemukan pintu suksesnya hingga berhasil mendirikan dua sekolah tinggi diberi nama STBA (Sekolah Tinggi Bahasa Asing) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) serta satu akademi yakni AKPAR (Akademi Pariwisata). Ketiga lembaga pendidikan tinggi ini tergolong sukses sejajar dengan BBC-ETS yang banyak mendapatkan penghargaan di tingkat nasional.

Tahun 2022 ini, Kampus Pertiwi segera bertranformasi ke Universitas Pertiwi (Unperti). Itu artinya, dua sekolah tinggi dan satu akademi akan melebur universitas yang diberi nama Universitas Pertiwi (Unperti). Baginya, Kampus Pertiwi menjadi universitas menjadi mimpi besarnya sejak memulai mendirikan BBC-ETS, ABA Pertiwi (STBA Pertiwi), STIE Pertiwi dan AKPAR Pertiwi.

“Universitas Pertiwi ini menjadi cita-cita besar saya sejak dulu. Mimpi saya bagaimana lembaga pendidikan ini besar hingga menjadi universitas untuk mencetak generasi anak bangsa ke depan,” ujar Harsono bersemangat.

Kampus Pertiwi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pertiwi Global (YPPG). Harsono sebagai Dewan Pembina di yayasan tersebut terus berbenah untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. YPPG, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi STIE, STBA, dan AKPAR Pertiwi terus berupaya memperbaiki kapasitasnya sebagai penyelenggara pendidikan tinggi.

“Bila semuanya berjalan lancar, Insya Allah tahun 2022 ini, semua pendidikan tinggi di lingkungan Yayasan Pendidikan Pertiwi Global akan bertranformasi menjadi fakultas-fakultas pada UNIVERSITAS PERTIWI. Semua program studi yang sudah ada tetap berjalan, dan akan dibuka tiga program studi S1 yakni Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Desain Komunikasi Visual. Tentu saja program-program studi baru ini nanti akan mengembangkan kecakapan-kecakapan dalam menghadapi dinamika masa depan,” papar Harsono.

Tak hanya itu, Kampus Pertiwi bersama Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma Bekasi) berencana melakukan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Indonesia. Kedua lembaga perguruan tinggi itu sama-sama berkomitmen akan berkontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal itu disepakati saat Rektor Unisma DR Hermanto saat menghadiri prosesi wisuda Kampus Pertiwi di Krakatau Gand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur Rabu (23/3/2022) lalu. Harsono dan DR Hermanto bersepakat akan melakukan kolaborasi bersama untuk  meningkatkan kualitad kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut.

Menurut Harsono kolaborasi dengan perguruan tinggi harus dilakukan jika tujuan dari pendidikan nasional ingin segera diwujudkan.

Harsono menerangkan, banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama  dengan perguruan tinggi di Indonesia. Apalagi, lanjutnya, era Pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi lebih kreatif agar bisa berkontribusi pada negara.

“Kolaborasi antar perguruan tinggi dalam penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Penelitian bersama antar dosen di berbagai PT (perguruan tinggi). Kolaborasi bisa dengan siapa saja. Dalam rangka perwujudan visi. PTS dengan PTS, PTS dengan DUDI, PTS dengan ormas. Semua organisasi pasti punya kepentingan. Asal kepentingannya terwadai, kolaborasi bisa terjadi,” pungkas Harsono.

BACA SELANJUTNYA…

Digiqole ad

Berita Terkait