Bisakah Jalani Ramadhan Kali Ini Seperti Ramadhan Lalu?

Bisakah Jalani Ramadhan Kali Ini Seperti Ramadhan Lalu?

BERBAGI

Oleh: Sodik Mudjahid, Anggota Pengawas Covid-19 DPR RI dari Fraksi Gerindra Dapil Jabar I

Bisakah kita jalani ramadan tahun ini seperti Ramadan sebelumnya yang digambarkan Bimbo?

Ramadlan yang berat sekali ketika kita akan meninggalkannya..

Ataukah Ramadan tahun ini adalah ramadan yang kita ingin cepat cepat berlalu? Karena sepi dan bete di rumah saja?

Ramadlan yang tidak ada shalat taraweh bersama istri anak cucu dan tetangga..

Ramadlan yang tidak ada acara bukber bersama teman teman alumni..

Ramadlan yang tidak ada kajian kajian dan diskusi pendalaman agama di masjid dan kantor..

Ramadlan tanpa menyaksikan pedagang candil dan kolak dadakan di pinggir jalan..

Ramadlan tanpa kemacetan jalan jelang buka, karena ayah suami ingin buka bersama anak istri di rumah

Ramadlan tanpa menyaksikan antrian orang membayar dan menerima zakat infaq shadaqoh

Ramadlan tanpa itikaf 10 malam terkahir bersama keluwrga dan kaum muslimin di masjid masjid

Ramadlan tanpa dikakhiri dengan takbir di masjid bersama tetangga..

Lebaran tanpa shalat ied bersama iztri anak mantu dan cucu yg sengaja mudik pulang kampung..

Ramadlan tanpa acara halal bi halal keluwrga besar satu kakek-nenek atw satu uyut..

Rentetan nikmat dan barokah ramadlan yang kini kita rindukan

Mari saudara saudaraku..
Kita ganti “sentimentil” ramadlan dengan ramadlan yg lebih bermutu..
Yang langsung mencapai sasaran dan targetnya

Yakni menjadi orang taqwa,
Menjadi keluwarga taqwa
Menjadi bangsa taqwa
Itulah kelas dan derajat tertinggi yang harus kita capai dalam hidup sebelum kita menghadapNya

Orang, keluarga dan bangsa taqwa adalah orang yang dijelaskan dalam Q:3:16-17 yakni :
-Kuat, kokoh dan istiqomah imannya dlm bbg sikon
-orang yang sabar dengan sebagai ujian pahit dan ujian manis (shoobiriin)
-orang yang jujur benar, amanah dan adil dalam zetiap kata, janji dan tindakannya(sodiqin)
-orang yang disiplin kpd aturan Allah, rasul dan aturan bermasyarakat (qooinitiin)
-orang yang peduli kpd keadaan keluwarga, kerabat tetangga dan bangsanya (munfiqqin)
-orang yang gemar merapat dan taqorrub untuk mohon ampun dan berdoa kepada Allah di waktu sahur (mustagfiriin bil ashar)
Mari jadilah

Orang hebat, orang tetap bisa mencapai sasaran dan target shaum dan ibadah ramadlan walo dalam sikon darurat
Yakni menjadi orang, keluarga dan bangsa taqwa

Dengan cara ini maka diakhir ramadlan, kita tetap akan merindukan ramadlan yang akan datang seperti dinyanyikan Bimbo

Sodik Mudjahid
Ketua Yayasan
Darul Hikam
Syaban,30,1442
April,23,2020

Facebook Comments