BKSAP DPR Ajak Mahasiswa Australia Kembali ke Indonesia Berpolitik Bersih

 BKSAP DPR Ajak Mahasiswa Australia Kembali ke Indonesia Berpolitik Bersih

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf dan Anggota Komisi XI Heri Gunawan berphoto dengan Mahasiswa Indonesia kuliah di Australia

JAKARTA, LintasParlemen.com – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Ali Assegaf menilai partisipasi generasi muda dalam dunia politik dan demokrasi sangat penting untuk menjamin keberlanjutan demokrasi itu terus berjalan.

Nurhayati menyampaikan itu saat menjadi pembicara dalam The Forum – Inspire for a Better Nation yang merupakan agenda tahunan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia di Melbourne. The Forum yang ke 3 ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei, dan diadakan di Federation Hall 7 Grant St, Southbank, Melbourne, Australia.

Pada Kesempatan itu, Nurhayati didampingi oleh Anggota Komisi XI DPR RI fsti Fraksi Gerindra Heri Gunawan. Tampil pula sebagai pembicara Professor Vedi Hadiz, guru besar bidang kajian Asia dari The University of Melbourne. Professor Hadiz yang membahas mengenai desentralisasi kekuasaan terhadap demokrasi, korupsi, dan keadilan di pemerintahan Indonesia pasca reformasi

“Saat ini Indonesia tengah mengantisipasi demographic dividend yang ditandai dengan mayoritas proporsi populasi usia produktif. Bonus demografi ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020 di mana populasi pemuda usia produktif mencapai 70 persen dari total populasi Indonesia,” kata Nurhayati seperti yang disampaikan pada LintasParlemen.com, Rabu (01/06/2016).

“Generasi muda dengan semangat, kreatifitas, dan potensi yang dimiliki tentu diharapkan dapat menjaga bangunan demokrasi Indonesia dan membawa negara kita untuk lebih maju, berdaulat, adil dan makmur. Sampai dengan akhir tahun 2015, terdata 19 ribu mahasiswa asal Indonesia tengah menempuh pendidikan di Australia dan sekitar 5000 orang diantaranya berada di Negara bagian Victoria,” sambungnya.

Politisi Demokrat ini mengajak mahasiswa Indonesia di Melbourne untuk kembali ke Indonesia dan membangun daerah masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan dan sukses di luar negeri. Hal ini harus ditempuh agar Indonesia tidak mengalami brain-drain ( otak kering, red).

“Generasi muda kita di Indonesia harus ikut terlibat langsung dalam politik yang jujur dan bersih serta  membuktikan bahwa politik itu tidak kotor, seperti sekotor stigma yang dilekatkan masyarakat saat ini,” terang alumni HMI ini. (Ajib)

 

Digiqole ad

Berita Terkait