Bulog Didesak Serius Tangani Ketersediaan Pangan Nasional

 Bulog Didesak Serius Tangani Ketersediaan Pangan Nasional

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Sarmuji menyoroti kinerja Bulog dalam menangani ketesediaan pangan nasional. Sarmuji meminta agar Bulog lebih serius menangani ketersediaan stok pangan nasional dengan baik.

Menurut Sarmuji, data yang dimiliki tidak memiliki kesamaan atau perlu dilakukan sinkronisasi agar kebijakan pangan masyarakat benar-benar diurus secara baik. Pernyataan itu pernah disampaikan oleh Sarmuji saat dirinya memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) Komisi VI DPR RI ke Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) di Sragen, Jawa Tengah, Jumat (18/11/2022).

“Kita (Komisi VI) datang untuk memastikan adanya sinkronisasi data terkait ketersediaan stok pangan,” jelas Sarmuji pada Lintas Parlemen, Jakarta, Senin, (21/11/2022).  

“Kementerian Pertanian selalu mengatakan data stok pangan kita melimpah, namun kenyataan di lapangan tidak. Jika data dan di lapangan melimpah dan (kenapa) kita harus mengimpor. Itu sangat merugikan petani setempat, otomatis harga akan turun drastis. Jadi, hal ini penting sebagai bentuk verifikasi kita datang ke sini,” sambung Sarmuji.

Lebih lanjut, Sarmuji melihat adanya manfaat praktis dari terobosan Rice Milling Unit (RMU) kepada petani sekitar. Langkah ini, tegasnya, perlu diapresiasi karena Bulog telah memberikan terobosan RMU yang terintegrasi. Sekaligus RMU ini, lanjutnya, bisa menjadi role model bisnis pertanian di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

“Saya senang hari ini bisa melihat langsung Rice Milling Unit yang sudah terintegrasi. Ada mesin pengeringnya, ada gudangnya, serta ada penggilingannya. Artinya, Bulog di Kabupaten Sragen ini sudah benar-benar proper (ideal). Saya harap Bulog terus upayakan kondisi ketersediaan pangan tetap stabil dan terpenuhi, agar rakyat tidak kekurangan kebutuhan pangan,” papar Sarmuji.

Sarmuji ini menjelaskan, Bulog juga harus melakukan pembelian yang cukup pada saat panen. Hal ini bertujuan supaya stok beras terjaga di gudang-gudang Bulog, serta harga yang lebih terjaga, khususnya di kalangan petani.

“Kita harus siap pada saat harga beras naik. Bulog harus melakukan stabilisasi dengan mengeluarkan cadangan berasnya. Tetapi, hal ini juga harus didukung beberapa kebijakan mitra kami lainnya, termasuk Kementerian Pertanian,” tutupnya.

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.