Buntut Penyerangan Hotel Sultan, 2 Anggota DPR akan Dilaporkan ke MKD

Buntut Penyerangan Hotel Sultan, 2 Anggota DPR akan Dilaporkan ke MKD

SHARE

JAKARTA – Ketua Penyelenggara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) organisasi Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Arman Amir berencana melaporkan dua anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar masing-masing dari Komisi III dan Komisi IV ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Diwartakan, laporan itu atas dugaan menjadi inisiator penganiayaan dan pengrusakan terhadap sejumlah sarana dan prasarana di Hotel Sultan, Jakarta, saat berlangsungnya Munaslub MKGR, di Jakarta, Kamis (19/9/19).

Sebagaimana diketahui, Munaslub MKGR berlangsung ricuh lantaran diserbu preman yang diduga kuat sebagai suruhan dua orang oknum anggota DPR yang kini menjabat sebagai wakil pimpinan Komisi IV dan wakil ketua MKD yang juga anggota komisi III DPR.

“Para preman tiba-tiba datang ke lokasi acara membawa parang dan berbagai senjata lainnya. Sekitar 14 orang menjadi korban dan telah dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan. Tindakan keji premanisme ini diduga kuat diotaki oleh dua oknum anggota DPR RI yang terhormat, yang tidak rela diganti sebagai Ketua Umum dan Sekjen MKGR. Padahal sesuai ketentuan organisasi, keduanya sudah sah diberhentikan dan MKGR telah sah menetapkan kepengurusan yang baru,” jelas Arman Amir kepada wartawan, Jumat (20/09/19).

Arman akan segera meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memeriksa dua anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang diduga menjadi otak penyerangan Hotel Sultan. Sebagai anggota dewan yang terhormat, tidak sepaturnya mereka menggunakan cara-cara kriminal seperti itu. Selain tindak menunjukan semangat intelektualitas, penyerbuaan dengan senjata tajam merupakan tindakan melawan hukum, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“MKD sebagai penjaga moral dan etik anggota DPR RI menjadi harapan kami memperoleh keadilan. Jika nantinya dalam pemeriksaan MKD, keduanya terbukti menyalahi aturan sebagai Anggota DPR RI, maka sanksi yang tegas perlu dijatuhkan kepada mereka. Sehingga kedepannya tidak ada lagi anggota DPR RI yang bisa melakukan tindakan secara sewenang-wenang, merasa hebat dan bisa menghalalkan segala cara demi ambisi kekuasaan pribadinya,” tegasnya.

Arman sangat menyesalkan digunakannya cara-cara premanisme serta tindakan kriminal yang mengakibatkan jatuhnya korban dan rusaknya Hotel Sultan.

“Hotel Sultan adalah asset bangsa. Marwah citranya sudah terkenal dikancah dunia. Tercemarkan oleh dua oknum anggota DPR terhormat yang tidak berpikir panjang sebelum bertindak sehingga menyebabkan marwah Hotel Sultan tercemar di mata dunia,” katanya.

Arman menyayangkan adanya sikap dari internal MKGR dan Partai Golkar yang tidak senang dengan niat baik para kader yang ingin memperbaiki kondisi internal organisasi MKGR maupun Partai Golkar. Orang-orang tersebut sepertinya sudah dibutakan hatinya oleh kekuasaan, sehingga menganggap jabatan adalah segalanya.

“Padahal, sesungguhnya jabatan yang saat ini mereka emban tak lain berasal dari amanah yang diberikan oleh para kader. Jika saat ini amanah tersebut akan dicabut, itu adalah hak dari para kader, sesuai dengan ketentuan AD/ART dan peraturan organisasi,” tandasnya. (dwi)

Facebook Comments