Bursa Zarnubi Bentuk Forum Aktivis Nasional (FAN) untuk Persatukan Aktivis Bangun Bangsa

 Bursa Zarnubi Bentuk Forum Aktivis Nasional (FAN) untuk Persatukan Aktivis Bangun Bangsa

JAKARTA – Aktivis senior Bursah Zarnubi membuat organisasi yang diberi nama Forum Aktivis Nasional (FAN). Bursah langsung sebagai Ketua FAN.

Pada kesempatan peresmian FAN itu, hadir eks Ketua MK Jimly Asshiddiqie, pengamat politik M Qodari, Ketua FAN Bursah Zarnubi, dan Ketua Harian FAN Angelo.

Bursah menjelaskan FAN dibentuk untuk mempersatukan anak muda membangun bangsa. Bursah berharap melalui lembaga itu banyak hal yang bisa untuk mengawal pembangunan bangsa ini oleh aktivis senior terhadap bangsa ini untuk rakyat.

“Pertama dimulai menggelorakan sejarah agar kita selalu mengingat bangsa ini. Hal yang diingat itu kita harus mengembalikan kedaulatan rakyat, kedua demokrasi, tiga keadilan kemakmuran rakyat. Nah ini yang akan didiskusikan oleh FAN pada masa-masa yang akan datang sehingga kita betul menghasilkan nanti produk pemikiran yang bisa memberikan kebaikan bagi pemerintah pada masa-masa yang akan datang,” papar Bursah pada wartawan di Tegal Parang, Jaksel, Kamis (2/5/2024).

Angelo selaku Ketua Harian FAN menambahkan, perlu mengawal pemerintah ke depan. Menurut Angelo gerakan aktivis perlu dihidupkan kembali untuk mengelola gagasan.

“Kekuasaan itu perlu dikawal dan yang kawal itu kalau kita lihat kecenderungan pemerintahan kita ini dengan kekuatan yang begitu kuat di presidensil butuh gerakan eksternal dan hal itu tentu diharapkan peran aktif dari para aktivis,” ujarnya.

“Sehingga para aktivis ini perlu dihidupkan semangatnya disemangati apinya agar diskusi-diskusi di lingkungan aktivis dapat melahirkan gagasan-gagasan sebagai untuk mengimbangi apa yang dilakukan oleh pemerintah,” sambung Angelo.

Hadir pula Maruarar Sirait pada peresmian dan perkenalan Forum Aktivis Nasional (FAN) itu. Maruarar mengatakan forum ini dibentuk untuk menyatukan sekaligus menyampaikan pandangan rakyat ke pemerintah.

“Kita kompak ini kan menyatukan dengan rakyat kawasan yang sangat padat. Jadi kita bersatu sehingga bisa mendengar apa denyut nadi dari rakyat, apa kesulitannya apa harapannya. Ya itu tentu akan disuarakan. Kita berbeda-beda organisasinya. Apapun background organisasinya, umurnya, agamanya, sukunya tujuannya baik,” ujar Maruara, di Tegal Parang, Jaksel.

 

Berita Terkait

1 Comment

  • bergabunglah

Comments are closed.