Cak Imin ‘Ancam’ Jokowi, Partai Koalisi Serang Balik Pakai ‘Durian Gate’

Cak Imin ‘Ancam’ Jokowi, Partai Koalisi Serang Balik Pakai ‘Durian Gate’

SHARE
Inisiator Nusantara Mengaji Muhaimin Iskandar Hadiri Parlemen Mengaji

JAKARTA – Jeleng pengumuman pasangan calon presiden dan wakil presiden tampak dari luar partai koalisi yang dibangun oleh Jokowi selama ini, sudah mulai saling ‘serang’ dan ‘mengancam’.

Tengok saja saat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) telah ‘mengancam’ si bos Joko Widodo (Jokowi) untuk memilihnya sebagai pendampingnya dalam cawapres.

Dengan sigap, Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah membalas seragan Cak Imin itu. Tak tanggung-tanggu Inas mengungkit kasus ‘durian gate’ yang pernah melibatkan Cak Imin tahun 2012 lalu.

“Ini yang bahaya kalau ada orang yang itu suka ngancam-ngancam. Janganlah. Terus, bagaimana dengan kasus ‘durian gate’? Apa kasus itu terancam dibuka juga,” kata Inas, Sabtu (14/7/2018).

Seperti diwartakan sebelumnya, Cak Imin menyebutkan Presiden Jokowi yang disebut-sebut maju di Pilpres harus berduet dengannya pada Pilpres 2019 mendatang. Jika tidak, ia mengatakan posisi Jokowi pada Pilpres 2019 akan bahaya. Bisa saja kalah tanpa dirinya. Benarkah?

“Buktikan saja. Kalau nggak JOIN (Jokowi-Cak Imin), bahaya,” kata Cak Imin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2018) pada wartawan.

Kembali pada kasus ‘durian gate’. Saat itu, pihak KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada petinggi Kemenakertrans dengan dugaan penggelontoran dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPID) terhadap empat kabupaten di Papua.

Kala itu Cak Imin menjabat sebagai Menakertrans. Dari OTT tersebut, KPK menyita uang sebanyak RP 1,5 miliar yang disimpan di dalam kardus durian. Kemudian kasus itu disebut-sebut ‘durian gate’.

“Saya mau tanya kawan-kawan wartawan lagi, kasus itu kasus mau di kemanain coba?” tanya Inas saat ditanya peluang Cak Imin dampingi Jokowi pada Pilpres tahun depan.

Tak hanya Hanura angkat suara, Golkar sebagai partai koalisi Jokowi ‘menghadang’ Cak Imin. Sejumlah partai pendukung Jokowi berang.

Baca juga :   Tuding Plagiat, Eks Jubir Gus Dur Ingin Pidanakan Jubir JK ?

Melalui Menanggapi hal itu, Politisi Senior Golkar Firman Soebagyo denga tegas menyampaikan, kekuatan utama pilpres 2019 nanti pada capresnya, bukan terletak pada sosok cawapres.

“Itu pendapat Cak Imin. Dan tak masalah itu dia sampaikan, sah-sah saja mau mengatakan itu, itu haknya dia. Tapi pada pilpres nanti kekuatan utama itu ada di calon presiden, bukan di wapresnya,” kata Firman saat dihubungi, (14/7/2018). (HMS)

Facebook Comments