Cerita Siluet Jingga Jify Pelajar SMK 1 Kota Tangerang Berhasil Sumbangkan Prestasi

 Cerita Siluet Jingga Jify Pelajar SMK 1 Kota Tangerang Berhasil Sumbangkan Prestasi

Banten – Cerita Siluet Jingga Jify Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Kota Tangerang Provinsi Banten yang berhasil sumbangkan prestasi atas nama Kontingen Banten di ajang Festival Pencak Silat Budaya FORNAS VIII Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan meraih tiga medali diwarnai haru.

Keharuan ini bermula ketika ayahnya jimmy (JJ) meninggal dunia disaat bersamaan dengan keberangkatan Jingga ke Lombok, tempat ajang itu digelar.

Menurut cerita Ibunya, Fitri astuti, Ayah Jingga Meninggal dihari Sabtu (26/07) sore, sementara putrinya Jingga harus berangkat di minggu pagi (27/07), tepat saat penguburan.

“Tiket dan semua persiapan sudah siap. Jingga Kami tidak larang tapi kami tanya, apakah Jingga berangkat atau tidak ?. Dengan raut sedih Jingga jawab memilih tidak ikut menguburkan, dia tetep komitmen ingin ukir prestasi, dia mau ukir prestasi demi ayahnya, pingin ayahnya bangga,” tutur Fitri.

Proses pemakaman pun akhirnya berjalan, Minggu (27/07) pagi tanpa disertai sang anak.

Setiba di Tangerang, Banten, Jingga langsung menuju makam ayahnya. Di pusara ayahnya Jingga menunjukan ketiga medali (wirupa bercerita, wirama bercerita, narasi bercerita) yang berhasil diraihnya.

“Prestasi ini untuk Papa, moga Papa bahagia. Jingga berhasil Pa,” katanya.

Jingga merupakan anak pertama dari pasangan Fitri astuti dan Jimmy. Almarhum ayahnya merupakan seorang guru seni menggambar di sejumlah sekolah swasta. Didikan kesederhanaan dan jiwa seni melekat pada diri Anak yang mengambil jurusan DKV itu.

Rukhiyat sebagai Pelatih silat di perguruan PSN ISMD PUTRA SETIA mengatakan, Jingga merupakan sosok anak yang gigih dalam berlatih apalagi jika menghadapi turnamen. Jingga termotivasi pada dua hal, untuk orang tua dan untuk wilayah atau provinsi yang dibawanya, Banten. “Bagi Jingga itu motiviasi tersendiri, Jingga jadi lebih bersemangat. Dia berjuang bukan buat dirinya, itu fighting spirit yang hebat,” kata Rukhiyat yang tergabung dalam INORGA APPSBI (Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia) itu.

Soal prestasi, Rukhiyat mengatakan bukan lah yang kali pertama. Jingga termasuk salah satu andalan Provinsi Banten yang selalu disertakan. “Kemarin sempet bingung juga, Karena kondisi ayahnya meninggal pas banget mau berangkat, tapi yaitulah Jingga, motivasinya semakin menyala,” tukasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga jelang hari ketujuh kematian almarhum belum tampak perwakilan pemerintah daerah yang melayat ke kediaman Jingga di Perumahan Cipondoh Makmur , Kota Tangerang.

Ustadz Rohan Sauri (URS) yang biasa memimpin doa berharap Pemda baik Kota maupun Provinsi memberikan atensi pada situasi ini. “Ini momentum yang baik untuk Pemda memberikan atensi apalagi melihat deretan prestasi Jingga yang telah mewakili Kota Tangerang, mewakili Banten diajang yang prestise, Jingga layak diberi penghormatan, ” Kata URS selepas doa bersama.

Rencananya, pihak keluarga bakal menggelar doa bersama keluarga dihari sabtu malam minggu bertepatan dengan tujuh hari kematian almarhum.

“Kita kumpul menghibur keluarga, mendoakan bersama agar diberi kekuatan dan jalan sukses anak-anak almarhum,” kata URS.

Berikut torehan prestasi Jingga yang pernah ditorehnya :

– FORNAS VIII 2024 LOMBOK, NTB

– FORNAS VII 2023 JAWA BARAT

– FORNAS VI 2021 SUMATRA SELATAN 2022

– FORPROV 1 2024

– SBCC 1 2022

– SBCC 2 2023

– SBCC 3 2024

– Kejuaraan Banten Open Tournament 2023

– Nusantara championship 2021

– O2SN 2023

Facebook Comments Box