Dampak Harga BBM Naik, DPR: Pelaku UMKM Mulai Menjerit

 Dampak Harga BBM Naik, DPR: Pelaku UMKM Mulai Menjerit

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Mahfudz Abdurrahman menyatakan saat ini UMKM sudah mulai merasakan dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang naik pada pekan lalu.

Di mana, terang dia, para pelaku UMKM banyak yang mengeluhkan harga biaya produksi dan biaya angkutan umum yang naik. Namun di sisi lain para penjual tidak bisa menaikkan harga.

“Bagaimanapun masyarakat banyak yang paling terdampak atas kebijakan dari pemerintah. Disaat pendapatan dan daya beli masih lemah, sekarang makin tambah mahal,” kata Mahfudz kepada wartawan, Jumat (3/9/2022).

“UMKM, mereka semakin dibuat bingung, biaya produksi meningkat tapi tidak bisa se-enaknya menaikkan harga jual. Karena khawatir tidak akan laku barang dagangannya. Ini yang saya dengar dan rasakan dari rekan-rekan pelaku UMKM,” tambahnya.

Lebih jauh, Politisi PKS ini mengungkapkan, BBM subsidi mayoritas digunakan oleh masyarakat umum, sehingga membuat publik langsung dihadapkan dengan kenaikan harga barang dan ongkos angkutan umum.

“Mayoritas mengeluhkan kenaikan harga BBM, padahal imbas Pandemi yang 2 tahun membuat rakyat masih tergopoh-gopoh efek pandemi, sekarang dibuat semakin lunglai,” tuturnya.

Anggota DPR RI Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi ini menyatakan pihaknya memahami pemerintah sudah memberikan alokasi anggaran sangat besar untuk menjaga harga BBM. Namun, kenaikan harga BBM ini sangat memukul semua lapisan masyarakat, apalagi lapisan masyarakat bawah yang pendapatan hariannya terbatas.

“Pemerintah terkesan lepas tangan terhadap keadaaan pasca kenaikan harga BBM, bantalan berupa bantuan sosial yang disiapkan pemerintah pun sangat kecil, dibandingkan besarnya kesulitan yang dihadapi masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Masyarakat kita, ucap Mahfudz, sudah lelah dengan keadaan ini, dan dibuat semakin lelah. Tidak sedikit yang berucap dengan makna sindiran, saat arga minyak dunia lagi turun, justru pemerintah malah menaikkan.

“Dan ada yang berucap lagi. Sebelumnya pernah harga minyak dunia turun tapi harga BBM kita tidak turun. Pernyataan yang sering kita dengar di keseharian kita,” pungkasnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait