Dampak Harga BBM, Rakyat Mulai Menjerit Tarif Transportasi Naik

 Dampak Harga BBM, Rakyat Mulai Menjerit Tarif Transportasi Naik

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat mengatakan, bahwa kenaikan harga BBM sejak Sabtu (3/9/2022) lalu telah berdampak signifikan pada sektor transportasi. Karena baik angkutan penumpang maupun barang tak bisa mengelak menaikkan tarif setelah harga BBM naik.

“Sektor transportasi akan menjadi sektor yang paling cepat terdampak dengan adanya kenaikan harga BBM, yaitu naiknya tarif,” kata Toriq kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).

“Akibatnya masyarakat harus membayar lebih mahal untuk naik angkutan umum, ataupun kirim barang. Kami, sangat prihatin, padahal kondisi ekonomi rakyat belum pulih sepenuhnya,” tambahnya.

Toriq menuturkan, kenaikan harga BBM subsidi yang terjadi pada Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter dan solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter akan memicu kenaikan tarif angkot, bus dalam kota dan antar kota, ojol dan taksol, serta jasa angkutan pengiriman barang.

“Dari pantauan tim kami di lapangan, Tarif Angkot dan bus dalam kota naik Rp 2.000. Lalu Bus antar kota dan jasa angkutan barang diperkirakan akan menaikan harga dalam kisaran 25 % dari tarif sebelumnya demikian juga angkutan online. Hal ini akan menimbulkan efek domino kenaikan harga di sektor lainnya,” ungkapnya.

Politisi PKS ini memastikan bahwa kenaikan tarif sektor transportasi akan diikuti dengan reaksi berantai kenaikan sektor lainnya terutama yang langsung berhubungan dengan rakyat.

Beberapa waktu yang lalu, rakyat terpukul kenaikan harga minyak goreng. Belum selesai harga minyak goreng melonjak, harga telur meroket. Rumah tangga di seluruh Indonesia akan semakin terpukul dengan kenaikan BBM bersubsidi.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi memperlihatkan kebijakan pemerintah saat ini tidak berempati dengan kondisi rakyat kecil,” jelasnya.

“Akan banyak masyarakat yang masuk ke angka garis kemiskinan. Itu sebabnya kami dari fraksi PKS, tegas menolak kenaikan harga BBM dalam kondisi seperti ini,” pungkasnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait