Darori Wonodipuro Ingatkan Kementan Soal Ketersedian Pangan di Akhir Tahun

 Darori Wonodipuro Ingatkan Kementan Soal Ketersedian Pangan di Akhir Tahun

Darori Wonodipuro (foto: pribadi)

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Darori Wonodipuro meminta Kementerian Pertanian untuk memastikan keamanan stok pangan Indonesia di Jawa Tengah. Khususnya ketersedian stok pangan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan momentum libur akhir tahun 2022 mendatang.

“Realisasi anggaran di Kementerian Pertanian sudah dalam posisi yang dikatakan bagus. Tapi, saya ingatkan, pengalaman sekian tahun (yang lalu), (jika tidak diantisipasi) hal-hal bisa menjadi masalah, kendala, dan kesulitan,” ucap Darori dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV dengan jajaran Eselon I Kementan, di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022) kemarin.

Sebagai contoh, soal jagung dan kedelai. Politisi Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F-Gerindra) menjelaskan, berdasarkan laporan yang ia terima, realisasi ketersediaan stok jagung dan kedelai di bawah 40 persen. Ia pun menyayangkan harga kedelai impor bisa jauh lebih murah sebesar Rp7000 per kilogram dibandingkan dengan kedelai lokal.

“Di Amerika itu, hanya Rp7.000 per kilogram. Jadi sampai sini, kalau dijual itu lebih murah kedelai impor daripada di dalam negeri. Ini yang jadi masalah. Maka saya ingin tahu progres rencana kenaikan target stok yang dijelaskan Kementan ini apa yang menjadi landasannya?” jelasnya.

Tidak hanya soal jagung dan kedelai, Legislator Dapil Jawa Tengah VII itu juga menyoroti soal pupuk. Menurutnya, hingga saat ini, para petani kesulitan memperoleh pupuk. Pupuk di Indonesia ini, tambahnya tidak hanya mahal, akan tetapi juga terbatas stoknya.

Oleh karena itu, ke depannya, ia berharap Kementerian Pertanian menindaklanjuti rekomendasi Komisi IV DPR RI. Termasuk ketersediaan pupuk untuk petani harus disediakan dengan baik.

“Tentang tantangan soal pupuk. Apa yang dibahas oleh kita memang tujuannya baik. Kita meningkatkan (stok) dua jenis pupuk, tapi masalah beberapa jenis (pupuk) itu dihilangkan. Itu jadi masalah karena (pupuk yang dihilangkan) jenis yang disubsidi gitu. Jadi mohon ini dipertimbangkan apa yang disampaikan oleh komisi VI. Kita mendorong agar pupuk itu ditingkatkan bagaimana pun caranya,” tutup Darori.

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.