Dede Yusuf Puji Polri Bongkar TPPO dengan Modus Mahasiswa Magang ke Jerman

 Dede Yusuf Puji Polri Bongkar TPPO dengan Modus Mahasiswa Magang ke Jerman

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan mewakili pimpinan Komisi X DPR memuji langkah aparat kepolisian yang membongkar tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman melalui program Ferienjob.

Dede Yusuf menjelaskan, Komisi X DPR RI sangat mendukung Polri menangkap pihak-pihak yang berada di balik kasus yang mengatasnamakan magang ini.

“Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan kepolisian untuk menyibak atau mungkin untuk menangkap orang-orang yang berada di balik pemalsuan informasi ini,” kata Dede Yusuf kepada wartawan, Selasa (26/3/2024).

Dede Yusuf menjelaskan bahwa magang beda dengan bekerja, Ferienjob kerap disebut summerjob untuk mahasiswa atau pelajar mendapatkan tambahan. Sementara di Indonesia terjadi pemalsuan untuk TPPO.

“Masalahnya di sininya itu dilakukan semacam terjadi pemalsuan informasi bahwa itu adalah magang belajar yang kemudian itu ditempelkan dengan Kampus Merdeka. Nah itulah yang salah,” ujarnya.

Fungsi magang, kata Dede, adalah ikut dalam suasana bekerja untuk mendapat pengalaman. Sementara itu, dalam kasus ini, mahasiswa benar-benar menjadi pekerja.

Komisi X DPR mendesak pihak kampus yang turut terlibat dalam kasus TPPO ini diberikan sanksi. Komisi X DPR akan memanggil Kemendikbudristek untuk mendapatkan penjelasan lebih dalam.

“Kami juga akan mendesak kementerian agar kampus-kampus mana yang terlibat, segera diberikan sanksi, dan mahasiswa-mahasiswa yang masih ada di sana segera ditarik kembali, segera ditarik pulang,” ucap Dede.

“Harus ada yang tanggung jawab karena ini pemalsuan informasi dengan menggunakan kedok Kampus Merdeka padahal itu bukan bagian dari Kampus Merdeka,” imbuhnya.

Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap TPPO dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman melalui program Ferienjob. Program itu melibatkan 33 universitas di Indonesia dan sudah memberangkatkan 1.047 mahasiswa.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa saat ini seluruh korban mahasiswa ada di Indonesia. Sebab, menurut dia, program itu rampung pada akhir tahun lalu.

“Saat ini seluruh korban perlu diketahui sudah ada di Indonesia karena memang kontrak program magang ini telah habis pada Desember 2023,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/3).

Berita Terkait