Disebut Tukang Klaim! Haris Pertama Diminta Hentikan Catut Nama DPP KNPI Saat Tanggapi Isu Nasional, Termasuk Pojokan Ketua Komisi III DPR

 Disebut Tukang Klaim! Haris Pertama Diminta Hentikan Catut Nama DPP KNPI Saat Tanggapi Isu Nasional, Termasuk Pojokan Ketua Komisi III DPR

Logo KNPI

JAKARTA – Ketua Bidang Pencegahan Tindak Pidana Korupsi DPP KNPI Sahwan Arey menyampaikan bukan kali pertama seseorang  bernama Haris Pertama mencatut nama DPP KNPI saat menanggapi sejumlah isu krusial di negeri ini.

Yang terbaru, Haris Pertama mengklaim dirinya sebagai Ketua Umum KNPI saat menyerang Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) untuk membela Menko Polhukam Mahfud MD disebut sebagai Menko Komentator karena seringnya mengomentari terkait kasus ‘polisi tembak polisi’.

Pada saat itu Haris memojokan Bambang pacul terkait penembakan itu yang menewaskan Brigadir J. Bahkan Haris dengan enteng mempertanyakan etika politisi PDIP itu sebagai anggota dewan.  Haris mempertanyakan pula peran fungsi kontrol DPR saat mengawal isu-isu kerakyatan.

“Ke mana para wakil rakyat tersebut? Kok ketika ada kritik dari Pak Menko Mahfud justru tersinggung dengan menyatakan Pak Mahfud sebagai Menko Komentator? Begitu rendah kah etika bernegara bapak sebagai anggota dewan yang terhormat? Apakah Ketua Komisi III DPR RI ini menutup mata atas kasus pembunuhan Brigadir J yang sudah jadi tragedi nasional?,” tanya Haris, Kamis (11/8/2022) kemarin seperti dikutip akurat.

Untuk itu, Sahwan selaku pengurus Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) mempertanyakan posisi Haris Pertama selama menyoroti isu-isu nasioal tersebut. Mengingat DPP KNPI yang sah di bawah kepemimpinan M. Riyano Pandjaitan.

“Saya merasa prihatin dan menyayangkan pernyataan saudara Haris Pertama yang mengatasnamakan Ketua Umum DPP KNPI,” kata Sahwan pada wartawan Lintas Parlemen, di Jakarta, Jumat (12/08/2022) kemarin.

Sahwan menegaskan kembali, pengurus DPP KNPI yang sah berdasarkan SK dari Kementerian Hukum dan HAM adalah di bawah kepemimpinan M. Riyano Pandjaitan selaku Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Almanzo Bonara.

“Jadi saya prihatin kalau pernyataan saudara Haris Pertama yang mengatasnamakan Ketua Umum DPP KNPI, satu-satunya Ketua Umum DPP KNPI yang terlegitimasi, sah, dan terdaftar serta memiliki SK dari Kemenkumhan hanya ada satu dan itu dibawah kepemimpinan Ketua Umum M. Riyano Pandjaitan,” ungkap Sahwan.

Sehingga, lanjut Sahwan, setiap pernyataan Haris Pertama yang mencatut DPP KNPI merupakan aksi klaim sepihak dan hanya mencari panggung semata. Selain itu, aksi panggung itu untuk kepentingan pribadi saja.

“Di sisi lain, saya menilai bahwa pernyataan saudara Haris terhadap DPR, khususnya Ketua Komisi III menunjukan ketidakpahaman Haris dalam memahami tupoksi dan kerja-kerja legislatif,” tegasnya.

Saat Haris Pertama menyerang Bambang Pacul, ia mengklaim dirinya sebagai Ketum DPP KNPI untuk membela Menkopolhukam Mahfud MD.

Bambang Pacul sebelumnya mengomentari pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menganggap wakil rakyat terkesan diam dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Komentar itu dibalas Bambang Pacul dengan mempertanyakan Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator atau Menteri Komentar.

“Haris Pertama sangat tidak pantas menyampiakan pernyataan ‘Begitu rendah kah etika bernegara ketua Komisi III DPR” merupakan suatu pernyataan yang tidak memiliki etika karema Haris tidak bisa menyamakan dirinya dengan seorang tokoh nasional sekelas Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) karena Ketua Komisi III DPR tersebut memiliki banyak prestasi yang saat ini sudah dinikmati oleh rakyat. Semestinya yang harus kita tanyakan adalah apa prestasi seorang Haris untuk bangsa ini? Karena selama ini Haris hanya merupakan seseorang yang mengklaim dirinya sebagai ketua organisasi kepemudaan yang tidak memiliki dasar dan hanya ingin mencari sensasi bahkan sering membuat gaduh jadi prestasi Haris hanya membuat gaduh saja tidak ada prestasi lain, tutur praktisi hukum tersebut,” jelasnya.

Saat dihubungi terkait persoalan Haris tukang klaim, belum ada jawaban. Saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, no Haris belum aktif.

Laporan: Aidil Muhammad

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait