Dituduh sebagai ‘Pemeras’, Ini Jawaban Aktifis KAM

 Dituduh sebagai ‘Pemeras’, Ini Jawaban Aktifis KAM

Makassar, LintasParlemen.com– sejumlah Aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Aktifis Makassar (KAM) membantah jika mereka telah melakukan ‘pemerasan’ terhadap salah satu anggota DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin terkait dugaan kasus korupsi yang menjeratnya.

Dalam keterangannya, KAM meminta kepada publik dan rakyat untuk tidak terpancing dengan upaya beberapa pihak yang mencoba ingin mengalihkan isu yang menjerat anggota DPRD Sulsel tersebut.

“Jangan tertipu dengan gaya serta retorika politik salah satu politisi dengan inisial ‘RL’ yang menjabat sebagai juru bicara partai, disebarkan melalui media bahwa aktivis KAM memeras salah satu anggota DPRD Sulsel inisial ‘S’ yang telah ditersangkakan oleh Kejati, yang sangat menyudutkan KAM (Koalisi Aktifis Makassar),” papar Awal , salah satu aktifis KAM, Rabu (2/3),

Ia justru menyebut, beredarnya informasi yang tidak berimbang di media dan publik oleh juru bicara salah satu partai terkesan sangat tidak objektif dan membela rekan separtainya yang jelas menjadi salah satu tersangka dugaan korupsi.

“Sepertinya inisial ‘RL’ kalau ditelaah bahasanya di media sangat membela rekan partainya yg berlambang biru kuning itu. seandainya saja jika Inisial ‘RL’ ini objektif dalam penyampaian beritanya tentu juga harus menyalahkan rekan partainya yang menjabat di DPRD Sulsel itu karena telah tersangka kasus korupsi pengadaan laboratorium pendidikan di wajo,” ujarnya.

Ia menyesalkan pemberitaan yang dimunculkan selama ini terkesan sepihak.

“Untuk apa membela rekan partai kalau sudah jelas bersalah sebagai koruptor, tentunya juga pimpinan partai tersebut harus bersikap kepada inisial ‘S’ memberikan sanksi atau pemecatan dari partai nya karena secara tidak langsung mencederai partai tersebut, tapi justru dibela di media, ” jelasnya.

Isu tersebut, menurut awal sangat mencederai perjuangan KAM. Olehnya itu, ia akan membuktikan kepada publik bahwa apa yang telah dilakukannya murni mendorong pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kami berjanji akan mendesak kejati untuk mengungkap dan menahan koruptor inisial S sampai titik darah penghabisan, dan kami juga akan melakukan upaya klarifikasi sekaligus silahturahmi terhadap berita media yang banyak di anggap menyudutkan kami yang tergabung dalam KAM,” tegasnya.

“Melawan koruptor memang kadang harus di fitnah, masih hangat di ingatan para aktivis mahasiswa, aktivis HAM Munir di bunuh karena benar, sekarang tantangan aktivis anti korupsi di fitnah karena Melawan koruptor tentunya ini tantangan yang menarik untuk di diskusikan,” imbuhnya.

Digiqole ad

Berita Terkait