DPP KNPI Nilai Penghapusan DMO, DPO dan CPO Harus Berpihak pada Petani Sawit

 DPP KNPI Nilai Penghapusan DMO, DPO dan CPO Harus Berpihak pada Petani Sawit

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Putri Khairunnisa sangat mendukung penghapusan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) crude palm oil (CPO).

Hal tersebut disampaikan oleh Putri Khairunnisa menanggapi wacana Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang berencana mempertimbangkan penghapusan Domestic Market Obligation(DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) crude palm oil (CPO).

Menurut Nisa–sapaan akrab Putri Khairunnisa– penghapusan ini tidak hanya akan mendongkrak lesunya harga buah sawit segar. Namun sekaligus juga membuat Indonesia berpeluang keluar dari era gelap perindustrian kelapa sawit dari hulu hingga hilir yang selama ini mengunci perkembangnya.

“Bicara penghapusan DMO, DPO untuk CPO ini saya setuju. Sebab saya melihat itulah peluang Indonesia keluar dari sisi gelap selama ini,” ujar Nisa pada Lintas Parlemen, Jakarta, Jumat (2/9/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak pemerintah telah menyampaikan ke publik akan berencana menghapus sebuah kebijakan Domestic Market Obligationan (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) kelapa sawit.

Khairunnisa menuturkan persoalan ekspor yang kurang progresif, distrisbusi yang tidak jalan maksimal, serta stok atau pasokan minyak goreng. Dapat teruarai jika peraturan lama mau di evaluasi oleh kementerian perdagangan.

“Segeralah di eksekusi atau diterapkan jangan terlalu lama, apa yang di tunggu. Saya sebagai pemuda yang berpikir maju, tentu mendukung langkah-langkah atau pikiran maju dari pemerintah. Tugas saya bakal terus menagih ini,” tegasnya.

Sebab sambung dia jangan sampai kebijakan yang stretegis untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia justru terhenti pada sekedar rencana semata.

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait