DPR Dorong BNN Tes Urine Kepala Daerah

 DPR Dorong BNN Tes Urine Kepala Daerah

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid

JAKARTA, Lintasparlemen.Com – DPR RI terus mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk berperan aktif dalam memerangi bahaya narkoba dengan melakukan tes urine secara berkala kepada kepala dan wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

Saat ditemui awak media usai pertemuan dengan Duta Besar Mongolia  Mdm Shagdar Battsetseg, di Gedung Nusantara III DPR RI, Rabu (30/03) Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid menegaskan, narkoba telah menjadi musuh negara dan ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Karena itu, Jazilul meminta pemerintah dan BNN sebagai pihak yang memiliki kewenangan untuk bersinergi dalam memberantas narkoba. Langkah itu sebagai upaya antisipasi agar tidak terulang lagi kasus serupa. Ia meminta tes narkoba dilakukan secara lengkap dengan meliputi tes urine, darah dan rambut.

“Memang narkoba ini sekarang menjadi musuh negara, dan tempatkan narkoba ini menjadi posisinya sangat penting. Maka saya setuju BNN dinaikkan levelnya. Naik levelnya, dorongannya juga harus naik, skala anggarannya juga harus, dan fasilitasnya juga harus cukup,” kata Jazilul Fawaid.

“Karena sudah terbukti ada kepala daerah, ada kalangan penting di Indonesia yang ternyata mengidap narkoba. Entah pemakai dan pengedar, ini sekarang harus ditindak tegas,” sambungnya.

Anggota Komisi VI DPR Sartono menyatakan, tes urine seharusnya menjadi salah satu syarat bagi calon kepala daerah maju dalam pilkada. Itu dapat digunakan sebagai sebagai bukti bahwa calon kepala daerah tak terbebas dari narkoba. Sehingga saat menjabat sebagai kepala daerah pun tes urine berkala tetap harus dilakukan agar tidak ada kepala daerah yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Saya pikir undang-undang sudah jelas itu untuk para calon bupati, walikota, gubernur, bahkan legislatif karena itu ada pemeriksaan. Salah satu prasyarat kesehatan itu, kita tidak terindikasi atau terbukti bahwa para calon-calon itu menggunakan obat-obat terlarang,” ujar Sartono yang juga politisi Partai Demokrat ini. (Sifa)

 

Digiqole ad

Berita Terkait