DPR Mengutus Hamdhani dan Tjatur Hadiri Sidang APA di Pakistan

DPR Mengutus Hamdhani dan Tjatur Hadiri Sidang APA di Pakistan

BERBAGI

JAKARTA, Lintasparlemen.com – DPR RI mengutus anggota Fraksi Partai NasDem H Hamdhani, dan H Tjatur Sapto Edy dari Fraksi PAN untuk mengikuti Asian Parliamentary Assembly (APA) Standing Committee Meeting on Economic and Sustainable Development Affairs.

Pertemuan itu berlangsung 25-29 Juli 2016, di Hotel Serena, Islamabad, Pakistan. Secara rutin DPR RI aktif dan kontinyu mengirimkan delegasi ke pertemuan antarparlemen Asia ini.

“Pengiriman delegasi DPR RI itu, sesuai keputusan Rapat Pimpinan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), 9 Juni 2016,” kata Hamdhani kepada Borneonews seperti disampaikan pada Lintasparlemen.com Jakarta, Selasa (26/07/2016).

Saat ini keanggotaan APA, 42 parlemen, dan 17 parlemen observer, dan parlemen regional. Selain Indonesia, keanggotaan APA diperkuat Negara-negara di ASEAN, juga ada Afganistan, Bahrain, Pakistan, China, Korea, Palestina, Saudi Arabia, Syria, Turki, Iran dan lain sebagainya.

Parlemen Observer, ada Australia, Fiji, Jepang, Qatar, Timor Leste, New Zealand, Oman, New Guinea dan lainnya.

Hamdhani menjelaskan, berdasarkan keputusan dalam sidang pleno kedua APA di Teheran, Iran, November 2007, APA menyoroti lima isu besar, yang dibagi dalam Komite Tetap.

Antara lain, isu politik, perdamain dan keamanan, sosial dan kebudayaan, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, serta masalah energi.

“Delegasi Indonesia akan konsisten memperjuangkan bidang-bidang tersebut, untuk penguatan Negara, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Hamdhani, yang juga anggota Komisi IV DPR RI.

Pada 26-29 November 2008, di Jakarta, DPR RI menjadi tuan rumah sidang pleno APA ke-3, yang mengukuhkan Ketua DPR RI sebagai President APA 2008-2010.

Pertemuan ini membahas tema Asia and the Need for a New Global Financial Architecture, berdasarkan pemikiran tentang krisis keuangan dunia, yang berdampak signifikan bagi perekonomian dunia.

Ketika itu, sambungnya, Asia salah satu kawasan yang terkena dampak krisis tersebut, sehingga harus segera melakukan tindakan bersama untuk mencari solusi, bekerja sama dengan pemerintah Negara-negara anggota APA. (HMD)

Facebook Comments