DPR Minta Penguatan Kebhinekaan dengan Pendekatan Budaya Terus Digelorakan

DPR Minta Penguatan Kebhinekaan dengan Pendekatan Budaya Terus Digelorakan

SHARE
Anggota Komisi I DPR RI, Drs. HM. Syaiful Bahri Anshori

JEMBER –  Anggota Komisi I DPR RI Drs HM Syaiful Bahri Anshori tak pernah lelah melakukan terobosan sebagai upaya “Penguatan Kebhinekaan” dengan sentuhan budaya. Kali ini, Syaiful mengambil langkah tersebut seiring perkembangan zaman yang terus terdegradasi dalam keutuhan Kebhinekaan Indonesia.

Menurut Syaiful, selama ini bangsa Indonesia kerap melakukan penguatan kebhinekaan dengan pendekatan politik dan keamanan semata. Jarang dari pihak pemerintah atau swasta mengambil langkah yang lebih kreatif untuk penguatan keberagaman kita.

“Selama ini, kita hanya melakukan penguatan kebhinekaan dengan pendekatan politik dan keamanan saja. Kita belum pernah menempuh pendekatan seni dan budaya kepada masyarakat untuk menguatkan tata kelola bangsa ini,” kata Syaiful pada lintasparlemen.com, Jember, Senin (11/9/2017).

Syaiful menjelaskan, melalui pendekatan budaya kepada masyarakat, kita bisa memperoleh dua dimensi yakni pelestarian budaya sekaligus penguatan kebhinekaan dan keragaman.

Dengan memberikan pemahan kepada masyarakat tentang dasar budaya Indonesia, lanjut Syaiful, penguatan nilai-nilai pancasila lebih mudah diterima di seluruh lapisan masyarakat terutama pada generasi penerus.

“Untuk itu, kita harus yakin mampu menerapkan filosofi yang dimiliki bangsa ini, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Melalui Filosofi itu, kita harapkan akan lebih mudah diserap oleh masyarakat menjadi perilaku yang saling menghargai dan menghormati di tengah keberagaman,” jelas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Alasan itu pula sehingga politisi PKB ini terus mendorong pihak pemerintah, khususnya yang menangani masalah pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelijen untuk melakukan pendekatan budaya secara langsung kepada masyarakat dengan yang mengedepankan edukasi nilai-nilai luhur budaya.

“Karena bagi kami, penguatan kebhinekaan tunggal ika itu harus dilakukan oleh seluruh elemen bangsa Indonesia. Ini tak tidak bisa dipecah belah oleh kepentingan kelompok maupun pribadi di atas kepentingan bangsa dan negara kita,” pungkasnya. (HMS)

Facebook Comments
Baca juga :   Munaslub Partai Golkar ; Negarawan Versus Politisi
Iklan: