DPR Salurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial untuk Berdayakan Masyarakat Sulsel

 DPR Salurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial untuk Berdayakan Masyarakat Sulsel

JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi didampingi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan sosial pada program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi anak yatim piatu dan program pemberian makan bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi menyebutkan, hal ini merupakan wujud upaya dalam memaksimalkan pemberdayaan masyarakat kurang mampu sebagai bentuk keberpihakan negara, khususnya terhadap para anak yatim piatu, lansia, dan disabilitas.

“Kami sangat apresiasi Kemensos, dalam hal ini melalui Dirjen Rehabilitasi Sosial (Rehsos), ATENSI yang disalurkan tadi ada alat bantu disabilitas seperti kursi roda, ada juga bantuan dalam bentuk kewirausahaan yakni motor Viar, gerobak ATENSI, yang nantinya Insha Allah akan digunakan masyarakat untuk berusaha,” kata Ashabul usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VIII DPR RI ke Sentra Wirajaya Makassar, Sulsel, Selasa (8/11/2022) kemarin.

“Bantuan yang disalurkan hari ini juga sebagai wujud kehadiran negara bagi warga kurang mampu dengan harapan masyarakat bisa lebih berdaya dan bisa lebih mandiri,” sambung Kahfi.

Sebagai informasi, Komisi VIII DPR RI dan Kemensos telah melakukan pembahasan RAPBN tahun 2023 yaitu membahas Pagu Anggaran Kemensos dan telah menetapkan serta menyetujui Pagu Anggaran di Kemensos tahun 2023 sebesar Rp78,179 triliun.

Dalam tersebut, Politisi Fraksi PAN ini mengungkapkan, Komisi VIII DPR RI sangat mendukung penambahan usulan anggaran di Kemensos, mengingat program-program Kemensos yang sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya yang kurang mampu.

“Sekarang kan anggaran Kemensos ada di Rp78 triliun, khusus untuk di Ditjen Rehsos itu ada kurang lebih Rp8 triliun ya dan tiap tahun ini terjadi peningkatan. Memang Komisi VIII DPR RI mendukung adanya tambahan anggaran bagi Kementerian Sosial RI untuk dialokasikan antara lain yang terbanyak itu adalah untuk bantuan sosial,” terang Kahfi.

“Perlu dicatat juga bahwa Kemensos memberikan dan menyalurkan bantuan ini fokusnya yakni memprioritaskan pemberdayaan warga. Kita ingin memberdayakan masyarakat, sehingga sewaktu-waktu nanti mereka bisa berdaya dan mandiri,” lanjut Ashabul.

Bantuan yang disalurkan di Sentra Wirajaya di antaranya bantuan untuk Kelompok Rentan (Odha) sebesar Rp440 juta, pemberdayaan kewirausahaan lanjut usia sebesar Rp75 juta, alat bantu disabilitas berupa satu buah kursi roda elektrik dan 2 buah kursi roda adaptif, serta bantuan atensi untuk lansia sebesar Rp26 juta.

Dengan jumlah penerima manfaat dari Sentra Wirajaya sebesar Rp672 juta, Sentra Gau Rp191,5 juta, dan Sentra Pangurangi Takalar sebesar Rp621 juta. Sehingga total bantuan yang disalurkan sebesar Rp1,48 miliar.

Sesuai dengan Permensos Nomor 16 Tahun 2020 tentang ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan/atau residensial melalui kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial, serta dukungan aksesibilitas.

Adapun tujuan Program ATENSI adalah untuk mencapai keberfungsian sosial individu, keluarga, dan komunitas dalam memenuhi kebutuhan dan hak dasar, melaksanakan tugas dan peranan sosial, dan mengatasi masalah dalam kehidupan.

Laporan: Imran

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait