Dukung Jokowi, PBB Diyakini Tak Dipilih Lagi Rakyat di Pemilu 2019

Dukung Jokowi, PBB Diyakini Tak Dipilih Lagi Rakyat di Pemilu 2019

SHARE

JAKARTA – Dukungan Yusril Izha Mahendra dengan membawa gerbong Partai Bulang Bintang (PBB) menyisahkan cerita ‘duka’ bagi umat Islam. Pasalnya, PBB adalah partai yang dinilai dekat dengan paham Masyumi malah mendukung calon presiden diluar Ijtima Ulama 212.

Hal itu disampaikan kader PBB yang juga kader Masyumi Sidik. Bagi Sidik, sikap PBB mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin akan berakibat fatal bagi partai tersebut. Dan PBB tak dipilih lagi pada tanggal 17 April 2019.

“Akibat fatal yg dimaksud adalah umat islam sangat kecewa dan terpaksa harus meninggalkan pbb,” tulis Sidik seperti dikutip lintasparlemen.com, Ahad (7/4/2019).

Berikut Surat Cinta Sidik buat PBB:

Yth. Bp. Dr. H.M. Sidik MA.
Ketua DDII
Di Jakarta.

Assalamu ‘alaikum wrwb.
Semoga Bapak dan segenap jajaran DDII senantiasa sehat wal’afiat dan teguh selalu dalam menegakkan amar ma’ruf nahyi munkar, aamiin.

Selanjutnya, perkenalkan sy Karim AS, mantan Kabid Pendidikan HMI Cabang Jakarta (bersama MS Kaban) dan mantan Kabid Kader HMI Badko Jawa Barat 1982 – 1984.
Sy jg mantan Pemimpin Redaksi Majalah Generasi Muda Estafet, yg selama penerbitannya dibina oleh Buya M. Natsir dan Kiyai Hasan Basri/ Ketua MUI ketika itu.

Dalam hubungannya dg Partai Bulan Bintang (PBB), sy mantan Pengurus DPP PBB periode 1999 – 2004, bidang ekonomi usaha kecil dan menengah di bawah kordinasi Zainulbahar Noor/mantan Dirut Bank Muamalat.

Sebagai org masyumi dan mantan kader PBB, sy ingin menyampaikan beberapa hal sbb:

1. Sy pribadi sebagai orang Masyumi, “ghirah” sy bangkit dg penuh keprihatinan terhadap langkah politik “blunder” Ketua Umum PBB, Yusri Ihza Mahendra (YIM) mendukung paslon no. 01/Joko – Ma’ruf, yang memberi akibat fatal terhadap kehidupan partai bulan bintang.

2. Akibat fatal yg dimaksud adalah umat islam sangat kecewa dan terpaksa harus meninggalkan pbb.

3. Akibat lain adalah : di internal partai terjadi perpecahan mnjadi dua kubu, yakni kubu Prabowo – Sandi (Ijtima’ Ulama) dan Joko -Ma’ruf (petahana).

Kubu Prabowo – Sandi dikomandani Ketua Majelis Syuro/MS Kaban dan kubu YIM.

4. Ada sedikit gairah umat islam ketika majelis syuro berdeklarasi mendukung paslon no. 02. Tp msh mnjdi kendala adalah masalah perpecahan internal partai yg mnjdi pertanyaan besar yg blm bisa dijawab sampai hari ini.

5. Di sisi Ketua Umum, apa pun alasan YIM, jelas umat tdk pernah akan percaya lagi padanya, kecuali dia kembali ke habitatnya dan meinggalkan JokMar.

6. Para Caleg, nasibnya tidak menentu. Padahal YIM berkelit fokus kpd Pileg. Itu pun menurut sy alasan yg tdk rasional. Masalahnya adalah harus linier dg Paslon yg didukung oleh partai.

7. Dari hal-hal yg sy sampaikan di atas, maka sy berkesimpulan, bahwa langkah YIM adalah utk kepentingan pribadi saja, bukan utk kpentingan partai, caleg, umat, bangsa dan negara (mudah2an sy salah).

Berangkat dari masalah di atas, dan atas dasar niat yg tulus utk kepentingan semuanya, sy ingin menyampaikan usulan sbb:

1. DDII sbgai basis lahirnya PBB, baik secara emosional maupun secara moral perlu menasehati YIM, agar kembali kpd PBB dan meninggalkan JokMar.
2. Jika pilihan itu tdk dilakukannya dan tetap pd posisi itu, maka pbb hrs melakukan langkah organisatoris, agar YIM melepaskan jabatan ketua umum pbb.
3. Dgn demikian, maka partai secara utuh menyatakan dukungannya kpd Paslon no. 02 sesuai Ijtima’ Ulama, yg jg didukung dg pernyataan DDII.

Demikian semoga bermanfaat utk mencari solusi yg tepat. Tksh
Wassalamu ‘alaikum wrwb.

Bekasi, 12 Desember 2018

Karim AS.

Facebook Comments