Eks Ketum: Cak Nur Pernah Minta HMI Dibubarkan, Ini Momentum Berkaca Diri

 Eks Ketum: Cak Nur Pernah Minta HMI Dibubarkan, Ini Momentum Berkaca Diri

Anas Urbaningrum mengenakan rompi tahanan berwarna oranye saat keluar dari Gedung KPK, Jumat (10/1/2014) malam. Anas ditahan sebagai tersangka dugaan gratifikasi dalam proyek Hambalang dan atau proyek-proyek lainnya. KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMO

Jakarta, Lintasparlemen.com – Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Syahrul Efendi Dasopang setuju dengan pernyataan Komisioner KPK Saut Situmorang.

Karena itu dia heran kenapa ada aktivis HMI maupun Korps Alumni HMI mengecam Saut.

“Saya setuju dengan pernyataan Saut Situmorang, baik sebagai pribadi warga negara maupun mantan Ketua Umum PB HMI. KAHMI maupun HMI kenapa tersinggung? Kalau tersinggung, orang menduga bahwa pernyataan Saut Situmorang ada betulnya,” tegas Syahrul (6/5/2016)

Sebelumnya, sejumlah alumni HMI menyayangkan pernyataan Saut. Bahkan, Rapat Koordinasi Nasional III Majelis Nasional KAHMI yang sejak dua hari lalu berlangsung di Purwakarta, Jawa Barat, membahas pernyataan Saut itu.

Forum Rakornas KAHMI menuntut Saut Situmorang meminta maaf kepada HMI melalui media massa cetak dan elektronika nasional selama 5 hari berturut-turut dan meminta Saut mundur dari jabatan pimpinan KPK.

Kemarahan alumni HMI disulut pernyataan Saut di acara talk show bertajuk “Harga Sebuah Perkara”, di TV One, pada Kamis malam (5/5). Dalam talk show itu, Saut menyayangkan para mahasiswa cerdas yang bisa berubah menjadi koruptor ketika duduk di pemerintahan. Dia kemudian menyinggung LK 1 yaitu tahap pengkaderan paling dasar di HMI sebagai pertamsilan.

“Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau HMI minimal (mengikuti) LK 1, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat,” kata Saut.

Bagi Syahrul, pernyataan Saut Situmorang tersebut momentum untuk ‘mengaca’ dan menghisab diri, kenapa sampai orang seperti Saut menyatakan demikian.

Karena itu dia mengingatkan KAHMI tidak seharusnya reaksioner terhadap pernyataan Saut Situmorang. Nanti malah sesuai kata pepatah, air didulang, terpercik muka sendiri.

“Kedua, kita lebih baik mengakui saja ada yang nggak beres dalam perkaderan HMI sehingga melahirkan orang-orang yang banyak tersangkut kasus nggak sedap di telinga,” tandasnya.

Apalagi, Syahrul menambahkan, tokoh HMI Alm. Nurcholis Madjid sendiri bahkan pernah mengusulkan agar HMI dibubarkan melihat kondisi HMI saat itu.

“Toh, Cak Nur pernah menganjurkan agar HMI dibubarkan saja sebagai bentuk protes akan realita HMI yang makin tidak menjanjikan secara prestasi intelektual dan moral,” tandasnya.

Sumber: rmol.co

Digiqole ad

Berita Terkait