Erick Thohir di Mata Ketua DPR

Erick Thohir di Mata Ketua DPR

SHARE
Erick dan Bamsoet membingkai persahabat dalam koalisi Jokowi-KH Ma'ruf. Beda dengan persahabatan Erick-Sandi dipisahkan oleh koalisi Prabowo-Sandi

JAKARTA – Adalah Erick Thohir, Sandiaga Uno, Muhamad Lutfi (mantan Menteri Perdagangan serta mantan Dubes Jepang) dan Wisnu Wardhana (mantan ketua Timses SBY pada pemilu 2014) adalah empat sahabat lama yang membangun Group Mahaka plus Rosan Roeslani (kini menjabat ketua Umum Kadin Indonesia).

“Rosan dan Keempatnya juga sama seperti saya. Sama-sama tumbuh dan berkembang di organisasi pengusaha muda HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),” kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Dalam perjalanannya, lanjut Bamsoet, selain menggeluti usaha atau bisnis masing-masing, kami satu sama lain selalu berinteraksi dengan kekuasaan, partai politik dan politik praktis.

“Terutama dengan senior-senior kami yang lebih dahulu mapan di bisnis dan dunia politik seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Abdul Latief, Siswono Yudo Husodo, Pontjo Sutowo, Japto Soerjosoemarno, MS Hidayat, Airlangga Hartarto, dan lain-lain termasuk Presiden Joko Widodo dulu adalah anggota Hipmi,” kenang Bamsoet menceritakan.

“Begitulah. Jadi, sejak lama kami semua yang aktif di HIPMI paham sekali bagaimana itu permainan politik dan bagaimana kita sebagai pengusaha biasa memainkannya untuk memperkuat jaringan dan kekuatan. Tapi, satu hal yang selalu menjadi pakem kami di dunia bisnis. Yaitu, menghindari konflik dan pantang benturan. Kami selalu menyelesaikan dengan lobi dan win win solution dalam setiap konflik dan masalah. Karena kami meyakini, tidak ada yang diuntungkan jika kita menonjolkan ego dan memakai cara keras-kerasan.” kenang Bamsoet.

Jadi, lanjut Bamsoet lagi, ketika Jokowi menunjuk Erick Thohir sebagai ujung tombak timses pemenangan Pilpres dan Walpres Jokowi-Ma’ruf Amin, saya lega.

“Sebagai ketua DPR RI saya berkepentingan kontestasi pilpres dan walpres 2019 nanti berlangsung aman dan damai. Saya yakin Erick dan Sandi akan mengutamakan politik santun serta menghindari benturan dan konflik sebagaimana pakem jati diri mereka sebagai pengusaha,” ujar Bamsoet.

Baca juga :   'Terima Kasih Sandiaga Uno Telah Mengaku Orang Bugis Jelang Pilpres'

Menurut Bamsoet, publik tidak usah heran, sesaat setelah dirinya ditunjuk oleh Jokowi, Erick langsung membuat pernyataan yang teduh di tengah panasnya hawa politik akibat #2019gantiPresiden, bahwa dia ingin memeluk Sandi.

Keduanya, Erick-Sandi merupakan sahabat laman yang dulu selalu berada di dekatnya. Kini menjadi lawan politik yang tangguh dari tim capres dan cawapres yang dipimpinnya kini.

Bamsoet sendiri mengenal karakter Erick yang tekun, cermat dan konsisten dua puluhan tahunan yang lalu saat sama-sama mengambil alih sebuah stasiun Radio yang dulu bernama Radio Suara Irama Indah FM dan membangunnya menjadi bisnis yang bagus di tengah-tengah gelombang krisis moneter.

“Stasiun Radio tersebut kini bernama Rado One sebelum akhirnya berganti nama menjadi Jak 101 FM Radio yang hingga kini masih berjalan baik,” beber Bamsoet.

Momen terindah

Keinginan Erick Thohir untuk berpelukan dengan Sandiaga Salahudddin Uno akhirnya terkabul dalam waktu kurang dari 24 jam.

Keduanya bertemu saat menghadiri akad nikah putra Ketua DPR Bambang Soesatyo di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9/2018) siang kemarin.

Seperti diketahui Sandi saat ini menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto. Sedangkan Erick dipercaya memimpin Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi – Ma’ruf).

Adapun momen Erick dan Sandi bersalaman dan berpelukan berlangsung tak lama. Erick yang hendak meninggalkan rumah dinas Ketua DPR Bamsoet berpapasan dengan Sandi yang baru saja tiba.

Keduanya lantas bersalaman, ngobrol sebentar dan berpelukan. Momen itu seolah menjawab harapan Erick yang saat menyampaikan pidato pertama sebagai ketua TKN Jokowi – Ma’ruf, Jumat (7/9) mengaku ingin berpelukan dengan Sandi.

Bamsowt yang rumah dinasnya menjadi lokasi momen bersejarah itu pun ikut bahagia. Menurutnya, momen Erick dan Sandi berpelukan itu bisa menjadi penyejuk di tengah meningkatnya suhu politik jelang pilpres tahun depan.

Baca juga :   Hebat! Ternyata Anies Baswedan Memiliki Segudang Penghargaan dan Prestasi

“Sudah seharusnya masing-masing kubu capres menunjukan kesejukan ke masyarakat. Sandiaga dan Erick sudah bersahabat lama. Keduanya juga memiliki latar belakang pengusaha. Saya yakin ini akan memperkecil perselisihan antara dua kubu yang bertarung dalam pilpres,” papar Bambang.

Politikus Golkar asal Dapil Jawa Tengah VII ini yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet itu juga meminta kepada Sandiaga dan Erick untuk menghindari penggunaan kampanye hitam.

Sebab, pintanya, kampanye hitam hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Bamsoet menegaskan, jabatan presiden sebagai sebuah amanah harus diraih dengan cara-cara bijaksana. Sebab, tujuan akhirnya demi kesejahteraan rakyat.

“Jangan gunakan kampanye hitam yang hanya akan mengorbankan persaudaraan antar anak bangsa. Mari bersama muliakan dan sejahterakan rakyat, karena sejatinya kedaulatan ada di tangan rakyat,” pungkas Ketua DPR yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini. (M3)

 

Facebook Comments