Fadli Zon: Petani Makmur Indonesia Jaya

Fadli Zon: Petani Makmur Indonesia Jaya

SHARE
Saat Fadli Zon di lokasi makam Tan Malaka

ACEH, Lintasparlemen.com – Bertempat di Aula Kejaksaan Tinggi Banda Aceh, Ketua DPN HKTI Fadli Zon menghadiri ceramah temu profesi dalam rangka Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS ) ke-XV dengan tema “Mewujudkan Petani Makmur Menuju Indonesia Jaya.”, Banda Aceh, Senin, (8/5/2017).

Pada kesempatan itu, Fadli Zon, didampingi Ketua DPD HKTI Aceh Bapak Irwansyah, dan Ketua OKK DPN HKTI Aceh Manimbang.

Dalam ceramahnya Fadli Zon menyampaikan kejayaan Indonesia salah satunya ditandai dengan hadirnya kemakmuran petani. Apabila ingin Indonesia makmur maka yang harus didahulukan adalah memakmurkan petani.

“Kemakmuran petani dapat diukur dari beberapa indicator yakni peningkatan Income percapita, income percapita petani saat ini kurang lebih Rp. 1 juta/ bulan, situasi ini jauh dibawah UMR. Kedua, akses terhadap pembiyaan yang mudah, dan ketiga adalah peningkatan lahan pertanian,” jelas Fadli.

Kejayaan Indonesia, lanjut Fadli, akan terbentuk jika petaninya juga makmur. Kejayaan Indonesia di sector pertanian dapat dilihat dari beberapa indikator. Di antaranya, erciptanya kedaulatan pangan.

“Kedua, meningkatnya kontribusi Sektor pertanian terhadap PDB yakni diatas 20%. Ketiga, terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif agar menghasilkan pembangunan merata kepada kelompok petani,” ujar Fadli.

Menurutnya, Indonesia akan menjadi bagian dari MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), maka tantangan petani dan juga bidang pertanian harus disiapkan oleh pemerintah. Di antaranya adalah dari segi SDM, petani tradisional harus menjadi petani modern berbasis agribisnis, peningkatan penguasaan teknologi harus dimiliki oleh setiap petani, dan petani harus bisa bergerak di sector on-farm dan off-farm.

“Saat ini, orang-orang tidak ingin berprofesi menjadi petani, data dari sensus pertanian, pada tahun 2013 jumlah petani sebesar 26,13 juta. Menurun jumlahnya dalam 10 tahun terakhir sebanyak 5 juta petani. Hal ini adalah sebuah problema. Kurangnya jumlah petani ini juga disebabkan kesejahteraan petani yang tidak diperhatikan, data dari BPS, tahun 2013 mencatat hampir separuh dari total 28,7 juta penduduk miskin, 13 juta adalah petani,” papar Wakil Ketua DPR ini.

Baca juga :   Salamuddin Daeng: Triliunan Dana APBN Habis Wariskan Proyek Mangkrak

“Maka ini harus diselesaikan oleh pemerintah pusat, khususnya kesejahteraan petani, karna kesejahteraan petani akan berimpilkasi kepada banyaknya orang untuk berprofesi sebagai petani,” sambung Wakil Ketua Umum Gerindra ini. (AJIB)

 

Facebook Comments