Fayakhun Ditetapkan Tersangka, Kader Muda Golkar: Harus Segera Musdalub untuk Cari Pemimpin...

Fayakhun Ditetapkan Tersangka, Kader Muda Golkar: Harus Segera Musdalub untuk Cari Pemimpin Bersih dan Anti Korupsi

SHARE
Bendera Golkar sedang berkibar menuju Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

JAKARTA – Kinerja KPK perlu diapresiasi dalam menetapkan Anggota DPR sekaligus Ketua DPD I Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi (FA) sebagai tersangka. Apalagi Fayakhun diduga menerima suap terkait dengan kasus suap di Bakamla.

Kader muda Golkar yang juga Pengurus Depipus Baladhika Karya
Raden Lintang Fisutama meminta FA dinon-aktifkan dari Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta. Lintang meminta Fayakun fokus menyelesaikan kasus hukumnya.

BahkanLintang juga berharap DPP merestu menggelar Musdalub (Musyawarah Daerah Luar Biasa) untuk menggantikan posisi Fayahkun sebagai Ketua DPD I Golkar DKI Jakarta.

“Saya dan teman-teman kader muda Golkar DKI berharap “Golkar Bersih” bukan hanya slogan di kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto tapi juga bisa diimplementasikan,” kata Lintang.

“Kita minta DPP Golkar, khususnya Ketua Umum kita Airlangga Hartarto menggelar musdalub untuk menggerakkan roda organisasi di Partai Golkar Jakarta,” sambung Lintang.

Pihak KPK menyebut Fayakhun diduga menerima fee sebesar 1 persen dari anggaran Rp 1,2 triliun atau Rp 12 miliar dari tersangka FD melalui MAO sebanyak 4 kali. Fayahkun juga diduga menerima uang USD 300 ribu. Selain itu, Fayakun juga diduga menerima USD 300 ribu.

Itu usai Penyidik mendapatkan fakta-fakta pendukung berupa keterangan saksi, surat, dokumen bahwa FA menerima fee sebagai imbalan memuluskan APBN-P Bakamla 2016.

“Dengan penetapan FA sebagai tersangka menjadi beban moral tersendiri bagi Partai Golkar DKI Jakarta, harus ada sosok figur pengganti yang bisa di terima dan merebut kembali hati masyarakat jakarta untuk kemenangan partai golkar pilleg dan pilpres,” tegas Lintang.

Lintang yang juga Pengurus PP AMPG mengungkapkan, atas perbuatannya, Fayakhun diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga :   Digerebek Satgas Pangan, PT IBU Disinyalir Dibekingi Orang Kuat

Seperti diwartakan, penetapan tersangka Fayakhun baru merupakan pengembangan dari kasus suap terkait tender pengadaan satellite monitoring di Bakamla.

Kasus ini bermula dari Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi (staf khusus anggaran Kabakamla) yang disebut menawari PT Melati Technofo Indonesia (MTI) mengikuti tender pengadaan satelit monitoring di Bakamla senilai Rp 400 miliar. (HMS)

Facebook Comments