Fraksi PKB DPR Berduka Atas Meninggalnya 31 Pekerja Insfraktruktur di Papua

Fraksi PKB DPR Berduka Atas Meninggalnya 31 Pekerja Insfraktruktur di Papua

SHARE
Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz di sela-sela kunjungan spesifik dalam rangka Penyerapan Aspirasi untuk Penyusunan Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2018 di Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (19/9/2017) kemarin.

JAKARTA  – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz berharap agar motif penembakan 31 pekerja PT Istaka Karya yang tengah melakukan pembangunan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, pada Minggu (2/12), bisa segera terungkap.

Sebab, penanganan kasus ini selanjutnya, kata Neng Eem, sangat ditentukan oleh motif yang melatarbelakangi penembakan tersebut.

“Saya menyampaikan bela sungkawa yang sebesar-besarnya untuk keluarga besar PT Istaka Karya dan keluarga korban yang ditinggalkan. Semoga jenazah para korban bisa segera ditemukan dan dikebumikan dengan layak. Dan kita harus memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi,” ungkap Neng Eem di Kompleks Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Menurut Neng Eem, apa yang tengah diupayakan Pemerintah melalui pembangunan berbagai infrastruktur di Papua adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan masyarakat Papua pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. “Oleh karena itu, resistensi semacam ini harus dipelajari dengan seksama untuk bisa menemukan akar permasalahan yang sesungguhnya,” tegas Neng Eem.

Berbagai proyek pengembangan infrastruktur di Papua, termasuk pembangunan jalan Trans-Papua, lanjut Neng Eem, telah melalui proses diskusi dan pembahasan antara pihak Pemerintah dan Komisi V DPR RI. “Jatuhnya korban sebagai akibat dari pelaksanaan kesepakatan tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama. Saya berharap insiden ini tidak dipolitisir dan semua pihak hendaknya menjauhkan diri dari sikap maupun tindakan yang akan memperkeruh suasana,” harap Neng Eem.

Menurut Neng Eem, yang perlu dilakukan dengan segera oleh Pemerintah adalah menemukan jasad korban dan mengetahui motif dari insiden penembakan tersebut. Atas dasar itulah nantinya Pemerintah menentukan langkah-langkah selanjutnya, terutama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Baca juga :   Ini Nama dan Jumlah Korupsi e-KTP Anggota DPR Disebut Nazaruddin

“Kita juga harus memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi seluruh pekerja pada berbagai proyek infrastruktur yang tengah gencar-gencarnya dilaksanakan Pemerintah, termasuk di Papua. Jangan sampai para pekerja merasa terintimidasi dan tidak bisa bekerja dengan tenang,” ujar Neng Eem.

Proyek pengembangan infrastruktur darat di Papua akan dibangun sepanjang 4.600 kilometer. Proyek jalan sepanjang itu terbagi menjadi dua bagian yaitu jalan Trans-Papua sepanjang 3.500 kilometer dan jalan perbatasan 1.100 kilometer. Dari 4.600 kilometer itu, jalan yang belum berhasil ditembus hingga kini sepanjang 945 kilometer untuk Trans Papua dan 286 kilometer untuk jalan perbatasan.

Adapun ruas Wamena-Wamugu yang menjadi lokasi penembakan, memiliki panjang 278 kilometer. Ruas tersebut berada di segmen lima dimana akan dibangun pula 35 jembatan. PT Istaka Karya sendiri melakukan pembangunan jembatan di 41 titik di Kabupaten Nduga. (Nas)

Facebook Comments