Gelar Ospek Pakai Gelang OPM, Uncen Papua Beri Kado Pahit HUT RI

Gelar Ospek Pakai Gelang OPM, Uncen Papua Beri Kado Pahit HUT RI

SHARE
Universitas Cenderawasih beri kado Pahit (foto; twitter)

JAKARTA – Dua hari menjelang usia Republik Indonesia ke-73 mendapatkan kado pahit dari tanah Jayapura, Papua. Kado pahit itu diberikan oleh Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura, Papua.

Di mana Uncen menodai hari Kemerdekaan RI dengan para mahasiswa menggelar ospek dengan mengenakan gelang bergambar Bintang Kejora. Mirisnya lagi, mahasiswa yang tergabung Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uncen.

Para senior mereka ditengarai mendoktrin adik-adik mahasiswa baru untuk menggunakan atribut Bintang Kejora, simbol kelompok Papua merdeka, dan tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya selama pelaksanaan Ospek.

Tak hanya itu, seperti yang disampaikan pemilik akun twitter @petrussSimon BEM Uncen mewajibkan para peserta Ospek yang notabene mahasiswa baru untuk membawa perlengkap di antaranya gelang Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipakai di sisi tangan kiri.

Oleh @petrussSimon meminta pihak pemerintah termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian (Kemdikbud) Teknologi dan Dikti (Kemristekdikti) memberikan pembinaan pada generasi muda agar tak ikut terlibat organisasi terlarang, termasuk OPM

“Dimanakah peran @Kemdikbud_RI @KL_Ristekdikti @kemristekdikti dalam mendidik generasi muda melalui Ospek yang dilakukan Oleh Univ Cendrawasih di Papua @UncenPapua Mengapa seperti ini bisa lolos??? Ini macam Pil Pahit Kado HUT RI #HUTRI73 #Papua #UncenTaralaku #indonesiatimur,” tulis @petrussSimon di halaman twitter-nya.

Seperti dikutip viva dan kumparan, Ketua Rakyat Cinta NKRI Hendrik Yance Udam menyayangkan aksi itu karena dapat mengancam disintegrasi bangsa. Universitas Cenderawasih, katanya, sudah kebobolan karena sampai terjadi aksi seperti itu.

“Mereka dengan bebasnya melancarkan aksinya, yakni mendoktrin dan memaksa para mahasiswa untuk memakai simbol seperatis, seperti menggunakan gelang bergambar Bintang Kejora,” ujar Hendrik di Jayapura pada Selasa, 14 Agustus 2018.

Baca juga :   Politisi Golkar Ini Sukses Gelar Pasar Murah di Kampung Jokowi

Sejatinya lingkungan kampus, apalagi kampus itu negeri, harus bersih dari gerakan-gerakan politik, apalagi yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, karena kampus adalah tempat mencetak sumber daya manusia.

“Kampus kan mencetak intelektual-intelektual muda, bukan sebagai ajang kampanye separatis, yang bertujuan merongrong NKRI,” katanya.

“Ini adalah sikap pembiaran dari kampus yang juga aparat sipil negara,” jelas Udam.

Apalagi tujuan Uncen didirikan merupakan kebanggaan orang asli Papua dan untuk mendidik putra terbaik bangsa yang disiapkan menjadi pemimpin bangsa.

“Uncen itu dibiayai oleh negara Indonesia, bukan oleh Papua merdeka. Maka Uncen sebagai lembaga pendidikan harus berani mem-filter oknum mahasiswa yang menyusupi aksi Papua merdeka,” katanya.
Untuk itu, Hendrik meminta aparat yang berwenang mengusut dugaan penyusupan kampus Uncen oleh aksi separatis. Otoritas kampus pun harus diperiksa karena mereka lalai hingga terjadi aksi itu.

Aksinya ospek yang disusupi gerakan Papua merdeka diduga dilakukan oleh Fakultas Sipil dan Politik, Fakultas MIPA, dan Fakultas Teknik dengan menyanyikan lagu “Kami bukan merah putih, tapi kami Papua merdeka” dan juga mahasiswa baru mengharuskan menggunakan atribut gelang bintang kejora yang selama ini dianggap sebagai lambang perjuangan Papua merdeka.

Dengan adanya aksi ini, maka Gerakan Rakyat Cinta NKRI meminta aparat penegak hukum Polda Papua dan Polresta Jayapura mengusut aktor intelektual yang ikut menyuburkan disinterasi bangsa di Uncen.

“Panggil panitia ospek untuk bertanggung jawab, sebab aksi ini jelas mencoreng Uncen sebagai kebanggaan orang asli Papua. Rektor juga harus mengevaluasi kinerja Dekan Teknik, Fisip dan Mipa. Jika sampai hal ini tak bisa dibenahi, lebih baik tutup Uncen itu,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Uncen Apolo Safanpo tidak menampik adanya gerakan tertentu yang telah menyusup masuk kampus Uncen.

Baca juga :   Ketua DPR Minta BPK Rinci Dugaan Penyalahgunaan Dana Otsus Papua 2011-2017

“Kelompok penyusup ini mengharuskan mahasiswa baru yang sedang ospek membawa atribut bergambar Bintang Kejora dan menyanyikan yel-yel yang tak sesuai dengan ideologi Indonesia,” terangya.

Tahun ini, Uncen menerima 9000-an mahasiswa baru pada 9 fakultas. Namun dalam praktiknya hanya tiga fakultas yang diduga disusupi oleh gerakan Papua merdeka yakni Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas MIPA, dan Fakultas Teknik. (HMS)

Facebook Comments