Golkar Andalkan Rekan Jejak Airlangga Hartarto, Bukan Sekedar Pencitraan!

 Golkar Andalkan Rekan Jejak Airlangga Hartarto, Bukan Sekedar Pencitraan!

JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga menyebut Partai Golkar tetap mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres di Pilpres 2024. Mengingat Airlangga Hartarto memiliki banyak kelebihan dari calon lainnya tanpa pencitraan.

Lamhot menyadari, dari survei bahwa elektabilitas Airlangga masih di bawah dengan nama-nama lainnya, bukan persoalan. Sebab Golkar lebih mengedepan rekam kerja sang ketua umum.

Apalagi, saat ini Airlangga Hartarto, yang saat ini juga masih mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 itu, fokus membenahi ekonomi negara.

“Pak Airlangga itu fokus kerja, jadi tidak seperti orang lain yang sibuk dengan pencitraan. Tren elektabilitasnya juga kalau kita lihat dari waktu ke waktu kan naik,” kata Lamhot seperti keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (24/1/2024).

Jelas dia, elekbatilitas bukan menjadi faktor utama dan penentu dalam mengusung capres-cawapres. Angka riil dari survei akan terlihat saat nanti sudah mendaftar ke KPU. Sehingga resmi menjadi capres-cawapres, yang menurut jadwal KPU akan dibuka sekitar akhir 2023.

“Kalau sudah terdaftar kan ada keterbatasan pilihan, kalau sekarang kan banyak pilihan, maka angkanya tersebar ke mana-mana, dan patut diingat Airlangga tidak punya dosa politik,” jelas Anggota Komisi VII DPR ini.

Selama ini, jelas dia, Airlangga telah bekerja dengan sangat baik di kabinet. Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi global, Airlangga punya peran penting menjaga ekonomi negara hingga saat ini. Memperlihatkan kinerja yang impresif, hingga Indonesia bisa mengatasi ancaman resesi global. Kinerja luar biasa itu, diyakini oleh Golkar akan berdampak pada elektabilitas.

“Kita tahu Pak Airlangga Ketua KPC-PEN. Ini kan buah kinerja dari Menko Perekonomian. Pertumbuhan ekonomi kita bertahan bahkan tumbuh, dan itu diakui nasional dan internasional saat G-20,” ujar Lamhot.

Tantangan ekonomi global ke depan sangat berat. Apalagi resesi masih menjadi momok. Maka kondisi ke depan yang tidak ada kepastian itu, membutuhkan seoran gpemimpin yang bisa membawa Indonesia keluar dari krisis global. Dengan begitu, investasi akan masuk, ekonomi akan mengalami pertumbuhan, dan imbasnya adalah ketersediaan lapangan kerja.

“Itulah kelebihan pak Airlangga dibandingkan partai lain,” tambahnya.

Ekonomi kerakyatan, lanjutnya, juga menjadi perhatian dari Airlangga selama ini. Kebijakan yang diambil seperti menambah alokasi anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR)  sehingga mencapai lebih kurang Rp 128 triliun.

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.