Golkar DPR Usulkan: Konversi Motor Ojol ke BBG Lebih Murah Ramah Lingkungan Setara RON 98

 Golkar DPR Usulkan: Konversi Motor Ojol ke BBG Lebih Murah Ramah Lingkungan Setara RON 98

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mengusulkan agar pemerintah melakukan upaya konversi motor ojek online (Ojol) ke Bahan Bahar Gas (BBG) dinilai lebih murah dan ramah lingkungan. Bagi Ridwan, langkah itu sebagai langkah menghemat disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ridwan menjelaskan, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) perlu menargetkan ide konversi BBM ke BBG sesegera mungkin untuk menyasar pengguna sepeda motor khususnya pengemudi Ojol. Langkah itu, menurut Ridwan, untuk mengantisipasi pemborosan penggunaan BBM akibat kenaikan beberapa waktu lalu.

“Apalagi BBG lebih murah disertai sangat ramah lingkungan dengan RON 98, dan kita berharap masyarakat khususnya Ojol berminat dengan tawaran ini,” kata Ridwan pada Lintas Parlemen, Senin (24/10/2022).

“Masyarakat penggunaan kendaraan bermotor tak perlu beli motor yang baru, tapi cukup PGN yang bakal memodifikasi motor lama mereka ditambahkan sebuah alat tabung khusus pada pengisian BBG yang setara 4 liter BBM,” sambung Ridwan.

Politisi senior Golkar asal Dapil Jawa Timur V ini menyarankan, program diversifikasi BBM ke BBG bisa segera terwujud agar pemasangan alat konversi oleh pihak PGN dilakukan untuk meningkatkan penghasilan sopir Ojol.

“Kita berharap, pada program diversifikasi BBM ke BBG ini bisa meningkatkan penghasilan kawan-kawan Ojol. Sebab, harga BBG lebih murah dari BBM yang mereka gunakan saat ini,” tukas Ridwan.

Alumni HMI ini mengabarkan, terkaitĀ  harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan yang cukup tinggi belakangan ini, ditambah konflik Rusia-Ukraina menciptakan subsidi energi BBM melonjak drastis sangat membebani postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di dalam negeri.

“Program diversifikasi ini sudah lama diwacanakan, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mobil taksi. Apalagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta sudah banyak. Kita bahas hal ini setelah harga BBM mengalami kenaikan. Padahal, hal semacam ini yang perlu kita siapkan terlebih dahulu,” pungkas Ridwan.

Laporan: Sutarji

Editor: Habib Harsono

 

Digiqole ad

Berita Terkait