Golkar Makin Memanas, Sirajuddin: Ricky Rachmadi hanya Hibur Diri dan Pepesan Kosong

Golkar Makin Memanas, Sirajuddin: Ricky Rachmadi hanya Hibur Diri dan Pepesan Kosong

SHARE

JAKARTA – Pengurus DPP Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab angkat suara terkait ternyataan Ketua Bidang Ekoraf DPP Partai Golkar, Ricky Rachmadi, yang menyebut adanya kecenderungan sejumlah DPD partai hingga mencatut nama-nama senior Golkar seperti Aburizal Bakrie (ARB) mendukung Airlangga Hartarto menjadi ketum, adalah ibarat seperti orang yang mengigau di siang bolong.

Menurut Sirajuddin, pernyataan ARB selaku Ketua Dewan Pembina Partai Golkar dalam kegiatan pembekalan Caleg DPR RI 2019-2024 di Jakarta, Minggu (15/9/2019), agar persaingan calon ketua umum tak membuat partai terpecah. Itu, kata Sirajuddin, merupakan himbauan umum yang sifatnya baik bagi semua kader dan masa depan partai.

“Namun hal tersebut dipelintir dan dipaksakan oleh mereka menjadi seolah-olah pernyataan dukungan,” kata Sirajuddin kepada Lintas Parlemen, Selasa (17/9/2019).

“Ini sangat menyesatkan dan berbahaya. Sebab cara-cara politik seperti itu justru yang akan menimbulkan perpecahan antar kader dan memicu sentiment antar senior di dalam partai Golkar. Cara seperti ini secara tidak langsung berupaya mengadu domba, menciptakan faksinasi, dan menarik paksa para senior partai untuk masuk dalam kubu yang bersaing,” sambung Sirajuddin.

Sirajuddin menyebutkan, cara politik Ricky tersebut untuk menunjukkan bahwa pihak Airlangga sedang panik dan frustasi. Kok bisa?

“Biasanya, orang panik itu kalang-kabut, sehingga apa saja yang bisa diraih dipegang. Panik karena kalah dukungan dengan Bambang Soesatyo, dan frustasi karena setiap hari ketua-ketua DPD satu persatu menyatakan dukungan ke Bamsoet,” ujar Sirajuddin.

Tak hanya itu, Sirajuddin juga menyampaikan, fenomena kader yang setiap hari menyatakan mosi tidak percaya kepada ketua umumnya dan menaruh harapan besar kepada Bamsoet agar mengambil alih kendali Partai Golkar memang sangat massif.

“Hal itu membuat pihak Airlangga semakin stress, dan untuk membendung itu, dengan masih dalam keadaan panik, mereka melakukan sumpah politik terhadap para pengurus DPD Partai Golkar,’ terangnya.

“Jika memang pihak mereka berani bertarung secara sehat, sebagaimana ajakan dari calon ketua umum Bambang Soesatyo, yaitu bersaing secara demokratis dan berjuang untuk perubahan yang lebih baik, seyogyanya mereka segera melakukan Rapat Pleno yang sudah satu tahun tidak pernah dilaksanakan. Namun, jangankan Rapat Pleno, bahkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pun tidak mampu dilakukan sesuai amanat Konstitusi Partai Golkar,” jelas Sirajuddin.

Selain itu, lanjutnya, jika memang kepercayaan diri dari pihak Airlangga dengan berkoar-koar katanya dapat banyak dukungan DPD Partai Golkar Provinsi, Kabupaten/Kota, kenapa Munas harus dilaksanakan bulan Desember. Dengan perhitungan itu, harusnya mereka berani, bahkan minggu depanpun Munas dapat dilaksanakan.

“Artinya, dilihat dari pernyataan dan perilaku politik yang mereka tunjukkan, hanyalah pepesan kosong semata. Sama sekali tidak punya fakta, dan hanya berupaya menghibur diri aja. Dengan itu, nasehat saya kepada Bung Ricky Rachmadi, mendingan tidur dulu baru bermimpi,” pungkasnya. (dwi)

Facebook Comments