Habib Aboe: Masyarakat Ingin Tahu, Polri Lebih Humanis atau Terkesan Militerisme?

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengungkapkan kepercayaan masyarakat pada institusi Polri makin melemahkan pasca terungkapnya kasus Brigadir J. Atas peristiwa tersebut masyarakat ingin Polri lebih humanis atau lebih manusiawi.

Selama ini, masyarakat memiliki kesan pada Polri lebih menonjolkan sisi militernya daripada sisi humanis. Padahal, sejatinya Polri ada pengayom masyarakat.

“Masyarakat kita ingin tahu, apa bukti humanisnya Polri kita. Jangan terkesan militerismenya itu lebih kuat,” kata Habib Aboe saat rapat Komisi III DPR RI dengan Wakapolri Komjen. Pol. DR Drs Gatot Eddy Pramono, MSi dengan tema “Pembahasan RKA K/L Tahun 2023 dan Pembahasan Usulan program yang akan di danai oleh DAK” di Nusantara II, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2022) kemarin.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan bawahannya dengan menyampaikan aspirasi masyarakat saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) gelar kunjungan. Kala itu, Sigit memerintahkan jajarannya dengan enyikapi penyampaian aspirasi rakyat lebih humanis.

Arahan itu disampaikan Sigit via surat telegram Kapolri dengan nomor: STR/862/IX/PAM.3./2021 tertanggal 15 September 2021. Surat telegram itu sendiri ditandatangani Asops Irjen Sugianto atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Habib Aboe yang juga Sekjen PKS ini menjelaskan, dengan adanya sejumlah kasus yang menyeret nama Polri sebagai teguran dari Tuhan Maha Kuasa pada seluruh elemen bangsa agar membenahi institusi Polri.

“Kejadian-kejadian yang terjadi dihadapan Kapolri ini, adalah sentuhan ilahiyah kepada kita agar bisa bersama-sama mengubah institusi Polri lebih baik lagi,” ujar Habib Aboe.

Untuk itu, seluruh elemen bangsa, kata Habib Aboe, segera sadar dengan teguran Allah SWT itu untuk segera memperbaiki institusi Polri agar lebih manusiawi atau humanis menangani kasus masyarakat.

“Menurut saya, ini bukan main-main, andai Alloh tidak memberi kesempatan pada sentuhan ilahiya ini, kita tidak bisa melihat kejadian aneh-aneh itu terbuka, belum tentu kita. Kita belum tentu bisa memperbaikinya,” jelas Politisi Asal Kalimantan Selatan ini.

Ketua MKD DPR RI menegaskan, momentum kali ini jangan sampai terlewatkan membenahi institusi Polri. Kesempatan, baginya, tidak datang dua kali dan saat menggunakan politik anggaran di DPR untuk membenahi institusi Polri.

“Hari ini kesempatannya, dan kali ini kita penuhi anggarannya. Kesempatan itu kita buktikan kalo kita ingin perubahan dan kita back up dengan anggaran yang lengkap,” pungkas Habib Aboe.

Editor: Habib Harsono

 

Digiqole ad

Berita Terkait