Hari Pahlawan: Semangat Jihad Tidak Boleh Diidentikkan dengan Tindakan Terorisme

Hari Pahlawan: Semangat Jihad Tidak Boleh Diidentikkan dengan Tindakan Terorisme

SHARE

JAKARTA – Politisi Senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi erat kaitannya dengan perjuangan umat Islam di era penjajahan. Bagi Habib Aboe, Hari Pahlawan bukti harga mati dari umat Islam Indonesia.

゛Hari pahlawan adalah bukti prinsip NKRI harga mati dari umat Islam. Sekaligus mengingatkan kita bahwa semangat jihad ummat Islam telah menyelamatkan Indonesia dari agresi militer,゛kata Habib pada wartawan Lintas Parlemen untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, Jakarta, Ahad (10/11/2019).

Menurut Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI bahwa Hari Pahlawan ditujukan untuk mengenang perang bubat oleh arek arek Suroboyo untuk mempertahankan kemerdekaan dari upaya agresi militer yang dilakukan sekutu.

゛Gelora perlawanan arek arek Suroboyo ini dibakar oleh resolusi jihad yang di fatwakan KH HAsyim Asy’ari. Hal ini membawa sebuah pelajaran besar, bahwa semangat jihad bukan hal yang menakutkan. Semangat jihad tidak boleh diidentikkan dengan tindakan terorisme. Karena ini adalah bagian dari semangat kecintaan terhadap tanah air, semangat untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI,゛jelas politisi asal Kalsel ini.

Semangat ini, lajutnya, seharusnya dimiliki oleh para generasi penerus bangsa. Kita harus teladani perjuangan para kyai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

゛Mereka telah memberikan pengorbanan terbaik untuk bangsa dan negara. Hal ini harus selalu diingat dan wajib untuk diteladani oleh kita semua,゛pungkasnya. (Has)

Facebook Comments