Hasil Survei: Mayoritas Warga Hendaki Maman–Jefry Pimpin Majalengka

Hasil Survei: Mayoritas Warga Hendaki Maman–Jefry Pimpin Majalengka

SHARE

MAJALENGKA  – Mayoritas warga Majalengka menghendaki pasangan Maman Imanulhaq-Jefry Romdony (Maju) menjadi pemimpin Kabupaten Majalengka periode 2018-2023. Itu hasil survei Etos Institut  yang dirilis Ahad, 11 Februari 2018.

Survei dilakukan pada 5 sampai 10 Februarai 2018,  melibatkan 600 orang responden dengan margin error 2 (dua) persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dalam survei ini adalah warga Majalengka berusia 17  tahun atau sudah menikah.

Hasil survei menunjukan, pasangan calon Maman-Jefry (Maju) dipilih mayoritas responden (44,4 persen). Sementara  pasangan Sanwasi-Taufan Ansyar  diminati 28,7 persen responden dan Karna Sobahi-Tarsono dipilih 26,9 persen responden.

Sebelumnya Etos Institut juga pernah merilis hasil survei serupa pada 15 Januari 2018.  “Jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, ada beberapa perubahan mendasar yang besaran prosentasenya cukup signifikan,” kata Direktur Eksekutif Etos Institut, Irwan Suhanto, di Majalengka, Minggu 11 Februari 2018.

Dalam survei sebelumnya, Maman-Jefry dipilih oleh 43, 6 responden, Karna-Tarsono  31, 4 persen dan Sanwasi-Taufan 25 persen.  Menurut Irwan Suhanto, pergeseran dukungan pilihan terjadi karena faktor pergerakan mesin politik, maksimalisasi kerja tim relawan serta efektifitas gerakan simpul pemenangan di level basis.

Maman-Jefry maju dalam Pilkada Majalengka 2018 , diusung  PKB,  Gerindra, PKS, PAN dan Nasdem, Sementara  pasangan Karna Sobahi  – Tarsono Mardiana disokong PDIP dan Sanwasi-Taufan Ansyar, yang didukung  Golkar, Demokrat.

Keunggulan Maman-Jefry  itu berbanding lurus dengan ketidakpuasan warga  terhadap kinerja pemerintaan Kabupaten Majalengka saat ini. Hasil survei menunjukan, mayoritas responden, 74 persen, menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan di Kabupaten Majalengka saat ini. Responden yang menjawab puas sebanyak 24 persen, sisanya 2 (dua) persen menjawab tiidak tahu.

Banyak faktor yang membuat warga Majalengka tidak puas dengan kinerja Pemerintahan Kabupaten Majalengka. Namun yang  menonjol yakni masalah fasilitas kesehatan dan pendidikan yang belum memadai (18 persen), keadilan berbasis kewilayahan (17 persen), perekonomian dan kesempatan berusaha  (17 persen), kegaduhan politik (14 persen) dan  persoalan infrastuktur (13 persen).

Baca juga :   Ketua DPR: Vaksin Palsu Beredar Karena Keteledoran

Ketidakpuasan warga  akhirnya berujung pada  keinginan perubahan  kepemimpinan. Sebagain besar responden, 73 persen, mengaku perlu pergantian kepemimpinan di Majalengka. Hanya 15 persen responden yang menjawab  tak perlu. Sisanya, 2 (dua) persen menjawab tidak tahu.

Menurut Irwan Suhanto, pasangan Maman –Jefry teruntungkan dengan persepsi publik, bahwa dua pasang calon pesaingnya dalam Pilkada 2018 adalah bagian dari pemerintahan sekarang. ”Itulah antara lain yang menyebabkan mengapa mayoritas responden memilih Maman –Jefry,” katanya.

Hasil survei juga menunjukan hampir semua responden, 94 persen, sudah mengetahui nama-nama calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Majalengka 2018. Sebanyak 31 persen responden tahu dari orang lain, 24 persen berjumpa dalam sosialisasi, 27 persen dari media kampanye dan 7 persen dari media massa. (MM)

 

 

Facebook Comments