Ibu Muda Meninggal Dunia Saat Lomba Balap Karung

 Ibu Muda Meninggal Dunia Saat Lomba Balap Karung

JAKARTA – Perayaan balap karung pada HUT ke-77 RI memakan korban jiwa. Di mana seorang ibu muda meninggal dunia dalam perlombaan balap karung.

Adalah korban bernama Rini binti Fatimah (29) warga Kampung Gunung Bubut, RT 02 RW 04, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tiba-tiba terjatuh saat ingin mencapai garis akhir perlombaan.

“Korban meninggal dunia saat sedang lomba balap karung guna memeriahkan kemerdekaan,” kata Kapolsek Mangkubumi, Iptu Hartono kepada wartawan, Jumat (19/8/2022) kemarin.

Atas kejadian tersebut sontak saja jagat dunia media sosial langsung heboh karena tidak menyangka ada kasus seperti itu. Mengingat, sebelumnya korban Rini dalam keadaan sehat.

Hal itu terlihat dari video amatir seorang warga yang berdurasi 17 detik dan tengah menjadi perbincangan hangat. Mengingat, korban Rina sempat dilarikan ke klinik namun nyawanya tidak tertolong.

“Setelah terjatuh langsung dibawa oleh warga ke sebuah klinik, namun saat tiba di klinik korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit hipertensi dan korban baru dua bulan melahirkan. Jenazah korban sendiri telah dimakamkan di pemakaman umum tidak jauh dari rumahnya.

“Pihak keluarga sudah menerima sebagai takdir dan musibah. Dugaan sementara fisik korban tidak kuat,” tukasnya.

Sementara itu, dari keterangan Bayu selaku Ketua Pemuda Kampung tempat tinggal almarhuma pada wartawan mengatakan, Rini meninggal dunia karena terjatuh dengan tersungkur kala mengikuti lomba balap karung HUT ke-77 RI.

Bayu menceritakan, sejatinya jadwal perlombaan buat Emak-emak belum dimulai. Namun, sang korban sudah meminta dimainkan perlombaan buat kategori Emak-emak. Saat pukul 11.00, akhirnya perlombaan buat Emak-emak digelar untuk balap karung sebelum perlombaan buat anak-anak.

“Kami sendiri tidak pernah menyangka semua musibah ini bisa terjadi. Kan ini lomba belum dimulai sesuai jadwal untuk ibu-ibu, karena telah diminta oleh korban didahulukan untuk lomba ibu-ibu. Alasannya anak bayinya takut keburu bangun lagi. Awalnya, saat ┬ádi garis start mau mulai lomba, kita telah ingatkan korban tidak ikut lomba karena baru melahirkan 2 bulan lalu,” kata Bayu.

Bayu mengungkapkan lomba balap karung buat ibu-ibu tersebut tidak bolak-balik, hanya sampai garis finis, tidak kembali ke garis start lagi. Bayu menjelaskan, sesaat usai Rini terjatuh, kemeriahan 17 Agustusan berubah kepanikan.

Rini pun langsung dibawa ke klinik terdekat untuk diberi pertolongan pertama pada kecelakaan, tapi korban tak bisa tertolong karena sudah meninggal dunia. Tidak ada yang menyangka karena korban ikut lomba dengan gesit bahkan berada di posisi terdepan di tengah riuh pengeras suara.

“Tapi sebelum Korban mau balik lagi, sesaat kejadian korban ini mau balik memutar lagi, tapi malah terjatuh. Padahal, kita telah tentukan bahwa lomba itu hanya sejalan, tidak bolak balik. Karena, bahkan bagi anak-anak separuh jalan lintasan lomba balap karung,” kata Bayu.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait