Indeks Perilaku Anti Korupsi di Indonesia Terus Meningkat

 Indeks Perilaku Anti Korupsi di Indonesia Terus Meningkat

JAKARTA – Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkap bahwa nilai Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia terus mengalami peningkatan.

Menurut Firli peningkatan itu terjadi sejak dirinya menjabat di KPK pada 2019 lalu. Di mana IPAK ini dilakukan untuk mengukur capaian KPK di bidang pendidikan anti korupsi kepada rakyat dan juga peran serta masyarakat dalam pencegahan korupsi.

“Selanjutnya kita juga ingin mengukur capaian kita, apa betul efektif dan efisien terkait dengan pendidikan rakyat dan tingkatan peran serta masyarakat,” kata Firli kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).

Dari hasil penelitian survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK), Firli menguraikan, terjadi peningkatan IPAK dari 2019 waktu awal dirinya menjabat 3,70, tahun 2022 ini meningkat jadi 3,93.

“Titik awal IPAK tahun 2019 dari target 4 tercapai 3,70, ini angka pertama saat kami ingin dilantik tanggal 20 Desember kami dapatkan data IPAK kita, IPAK Indonesia 2019 3,70 dan alhamdulillah hari ini bapak 2020, 2021 dan 2022 angka yang meningkat menjadi 3,93,” jelasnya.

Menurut Firli, capaian ini bermakna bahwa IPAK Indonesia terus menunjukkan kenaikan dalam kurun 4 tahun terakhir dengan strategi pemberantasan korupsi komprehensif dan sistemik. KPK, lanjutnya, tidak hanya fokus pada upaya penindakan melainkan juga pendidikan dan pencegahan yang dilakukan secara terstruktur, masif, dan sistematis.

“Kita berharap semakin tinggi indeks perilaku anti korupsi itu menunjukkan bahwa ada kesadaran anti korupsi bagi seluruh rakyat dan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Di luar itu, ia juga menilai KPK gencar melakukan sosialisasi dan kampanye antikorupsi. Tahun lalu KPK diketahui melakukan sosialisasi terhadap target 16 juta masyarakat yang teredukasi. Sedangkan tahun ini sebanyak 20 juta warga yang jadi target sosialisasi.

“Ini belum lagi pelatihan yang menyasar ribuan tokoh masyarakat ya. Saya lihat memang kelihatan masif di sini,” tukasnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait