Inflasi Pengaruhi Daya Beli Rakyat, Golkar: Perlu Dimitigasi oleh Pemerintah

 Inflasi Pengaruhi Daya Beli Rakyat, Golkar: Perlu Dimitigasi oleh Pemerintah

JAKARTA – Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Banggar DPR RI) Muktarudin menilai lonjakan inflasi bakal mengerus daya beli masyarakat yang selama ini cukup baik. Bagi Mukhtarudin perlu dilakukan mitigasi agar efeknya tidak berlarut-larut.

Mukhtarudin menjelskan penyebab utama terjadinya tekanan inflasi di dalam negeri karena disebabkan oleh dampak inflasi global dari krisis geopolitik perang antara Rusia vs Ukraina.

“Kita bisa saksikan bahwa inflasi ini benar-benar berdampak besar pada daya beli masyarakat kelas menegah ke bawah. Dan melonjaknya inflasi ini menggerus daya beli rakyat miskin,” kata Mukhtarudin pada wartawan Lintas Parlemen, Jakarta, Selasa, (2/8/2022).

Dengan inflasi itu, politisi asal Dapil Kalimatan Tengah ini berharap pada pemerintah mengambil kebijakan agar inflasi bisa terjadi jaga yang sempat mencatat rekor pada bulan Juli 2022 lalu agar tidak melonjak sangat tinggi.

“Saya sangat berharap sekali pada pihak pemerintah dan BI (Bank Indonesia) perlu memastikan inflasi yang ada saat ini tetap terjaga pada kisaran target yang telah ditentukan,” terang Mukhtarudin.

Anggota Komisi VII DPR RI ini juga menyampaikan, waktu dekat ini pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi jauh ke depan pada konteks harga komoditas pangan nasional di dalam negeri.

Mengingat, lanjutnya, inflasi komponen pangan tersebut terlalu berpengaruh pada bertamahkannya angka kemiskinan. Untuk itu, perlu dilakukan langkah mitigasi agar dampaknya benar-benar tidak merugikan masyarakat.

“Kurang lebih dari 70 persen konsumsi rakyat kita ini yang miskin untuk makanan. Sehingga dampak inflasi ini mengharuskan pihak pemerintah melakukan langkahmitigasi supaya transmisi dampak pada rumah tangga tetap terjaga selalu,” terangnya.

Sebagai informasi, di mana tingkat inflasi di tahun kalender pada bulan Januariā€“Juni tahun 2022 ada di angka 3,19%. Sementara pada tingkat inflasi di tahun kelender pada bulan Junisenilai 4,35 persen.

Laporan: Ayu

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait