Ini Penyebab Perolehan Suara Golkar Pemilu 2019 Turun

Ini Penyebab Perolehan Suara Golkar Pemilu 2019 Turun

SHARE
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo konfrensi pers di bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat

JAKARTA – Fungsionaris DPP Partai Golkar Mirwan Bz Vauly menyampaikan Ketua Umum Airlangga Hartarto yang menduduki puncak pimpinan partai Golkar melalui penunjukan dalam musyawarah luar biasa (Munaslub) menggantikan Setya Novanto tahun 2017 silam diharapkan membawa angin segar mengelola partai. Tapi sayangnya performa pengelolaan partai tidak membaik dan berdampak pada perolehan kursi parlemen secara keseluruhan.

Menurut Mirwan, pemilu 2019 total perebutan kursi DPR RI naik dari 560 menjadi 575 kursi. Namun, pada kepemimpinan Airlangga hanya sanggup mendapat 85 kursi, turun jauh dari penetapan target 110.

“Bahkan masih jauh lebih baik dari aktual pendapatan kursi partai Golkar pemilu 2014 yang masih mengantongi 91 kursi. Bukan hanya itu, total pendapatan kursi keseluruhan parlemen juga turun,” kata Mirwan pada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Mirwan mengungkapkan, DPRD Provinsi secara nasional juga turun, Golkar hanya sanggup mengumpulkan 309 kursi dari total 2,207 yang diperebutkan, padahal pemilu sebelumnya Golkar masih bertahan di angka 330 kursi.

“Hal yang sama juga terjadi di perebutan kursi DPRD Kabupaten Kota seluruh Indonesia, Kursi Partai Golkar turun dari 2,543 melorot ke 2,391 kursi. Secara Nasional kekuatan politik elektoral Partai Golkar turun dan melemah,” terang Mirwan.

“Fakta aktual yang tidak menggembirakan bagi seluruh kader Partai Golkar di seluruh Indonesia ini semakin diperparah dengan pengelolaan partai yang tidak demokratis, melanggar aturan-aturan baku organisasi dan hanya hanya memikirkan diri sendiri,” jelasnya.

“Bagaimana bisa kader tetap mempercayai Airlangga memimpin partai dengan realitas seperti itu?!” tutup Mirwan. (dwi)

Facebook Comments